Dari Penjaga Loket, Kini Elvi Duduki Posisi Penting di KAI

37
ENERGIK: Elvi Ekawahyu Hartanti saat melakukan survei calon mitra binaan CSR Daop VII Madiun di Nganjuk.

Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Pepatah itu pantas ditujukan kepada Elvi Ekawahyu Hartanti. Pegawai PT KAI itu kini dipercaya bertugas menagih sewa aset di wilayah Daop VII Madiun. Bagaimana suka dukanya?

————–

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

HARI masih pagi buta saat Elvi Ekawahyu Hartanti terjaga dari tidurnya. Usai salat Subuh, perempuan itu bergegas ke dapur. Setelah mengenakan celemek, dia dengan cekatan memasak. Sembari menunggu masakan matang, Elvi berpindah ke depan rumah menyapu halaman.

Sambil menyapu dan memasak, sesekali dia memanggil kedua anaknya agar segera bangun. Setelah merapikan tempat tidur buah hatinya, perempuan super-energik itu bergegas mandi.

Usai membersihkan diri, Elvi mengenakan seragam kerja dan sarapan bersama kedua anaknya. Lalu, mengantar keduanya ke sekolah, dilanjutkan ke kantor. ‘’Bagaimanapun saya tetap seorang ibu,’’ kata Elvi.

Elvi mulai bekerja di PT KAI pada 1995 silam. Awalnya dia berstatus pegawai kontrak. Kali pertama perempuan kelahiran 1977 itu ditempatkan sebagai penjaga loket. ‘’Dari situ jadi tahu cara menghadapi orang dengan karakter berbeda-beda,’’ lanjutnya.

Elvi diangkat menjadi pegawai tetap pada 2008. Namun, posisinya tetap sebagai penjaga loket. Pada 2011 dia dipindahkan ke unit sumber daya manusia (SDM). Setahun kemudian Elvi ditugaskan di unit keuangan. Tugasnya menagih sewa aset di wilayah Daop VII Madiun.

Dari sebelumnya urusan tiket, ketika itu Elvi harus belajar mulai dari nol tentang administrasi. Tiga bulan berselang dia dikirim mengikuti diklat manajerial umum. ‘’Diklatnya selama tiga bulan,’’ ujar warga Kelurahan Klegen, Kartoharjo, Kota Madiun, itu.

Pada tahun yang sama dia mendapat amanah tambahan dengan bergabung di tim ISO yang bertugas sebagai auditor internal Daop VII Madiun. Pun, dia terpaut jarak dengan Agung Supriyono, suaminya yang juga sebagai pegawai tetap PT KAI di Cirebon.

Pada 2014 dia dipercaya mengemban tugas tambahan sebagai sekretariat tim corporate social responsibility (CSR) Daop VII Madiun. Dalam posisinya ini dia bertugas membuat planning penyaluran dan jadwal pencapaian berbagai program.

Di antaranya, kemitraan dengan membantu menyalurkan pinjaman modal usaha menengah ke bawah, bina lingkungan di sektor kesehatan, sosial masyarakat, sarana prasarana umum, serta kelestarian lingkungan.

‘’Di posisi ini juga harus tanggap. Misalnya kemarin ada di suatu daerah ramai pelemparan batu ke KA yang melintas. Kami turun ke lapangan, komunikasi, dan memberikan bantuan pos kamling untuk menanggulangi aksi tersebut,’’ tuturnya.

Bahkan, bulan lalu Elvi mendapat hadiah liburan gratis ke Australia. Itu diperoleh setelah memenangi lomba cerita di lingkungan PT KAI. ‘’Saya ceritakan pengalaman atasan saya dulu yang galak. Ketika itu saya ditugaskan menagih sewa aset ke salah satu perusahaan senilai Rp 1,3 miliar. Singkat cerita saya gagal, dan atasan saya marah dengan logat bahasa Padang yang saya tidak mengerti hingga handphone-nya dibanting,’’ kenangnya. *** (isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here