Dari Koni dan Pengcab, Target Porprov Peringkat ke-20

32
KERJA KERAS: Tim porprov basket putri Kota Madiun berlatih di Lapangan SMPN 3 Madiun setelah kesulitan mendapat tempat latihan jelang menghadapi Porprov 2019.

MADIUN – Sebanyak 24 cabang olahraga (cabor) dipersiapkan KONI Kota Madiun berangkat mengikuti Porprov 2019. Dari situ sejumlah cabor diharapkan mampu menyumbang medali. Di antaranya, judo, karate, dan taekwondo. ’’Kami berikan kesempatan seluruh cabor untuk berangkat ke sana (poprov). Tetapi, dalam pra-porprov ada sebagian cabor yang sudah gugur. Seperti sepak bola dan futsal,’’ kata Ketua Koni Kota Madiun Tatok Raya, Senin (10/6).

Berbicara soal medali, Tatok mengaku belum berani pasang target muluk-muluk. Tetapi, paling tidak bisa mengulangi capaian pada saat porprov 2015 di Banyuwangi lalu. Saat itu, Kota Madiun bertengger di peringkat ke-20 dengan perolehan 2 emas, 10 perak, dan 14 perunggu. ’’Ya, minimal sama (perolehan medali) dengan porprov di Banyuwangi,’’ ujarnya.

Diakuinya, sulit mendapat prestasi secara instan. Sementara, saat ini kondisi masing-masing cabor masih kesulitan dalam mendapat fasilitas latihan. Sekalipun dari sektor pendanaan sudah diberikan bantuan oleh pemkot, meskipun nilainya tak seberapa. ’’Kami sudah berikan training center (TC) sejak Januari kepada seluruh cabor untuk membina atletnya supaya bisa meraih prestasi. Terkait, hasilnya nanti seperti apa tunggu setelah penyelenggaraan porprov selesai,’’ terang Tatok.

Pada tahun ini, setidaknya pemkot mengalokasikan anggaran hibah kepada KONI sekitar Rp 5,9 miliar. Dana itu dipecah menjadi empat kegiatan utama. Yakni, untuk membiayai keikutsertaan Kota Madiun dalam ajang Porprov VI di Lamongan, persiapan pra-porprov, TC atau pusat latihan daerah (puslatda), serta anggaran rutin untuk 26 cabor.

Khusus anggaran rutin murni dikelola cabor. Nilai totalnya mencapai Rp 3,1 miliar. Sedangkan, untuk anggaran pra-porprov sekitar Rp 700 juta dan dana untuk pelaksanaan porprov termasuk bonus sebesar Rp 2,1 miliar.

Meski begitu, Tatok mengaku seluruh anggaran itu belum semuanya cair. Menyusul adanya surat edaran (SE) dari gubernur terkait larangan pencairan dana hibah saat pemilu.

Kendati demikian, dia memastikan bahwa seluruh proses persiapan menghadapi porprov tetap berjalan. Baik pengajuan, verifikasi maupun visitasi di lapangan. Pihaknya meyakini, dalam waktu dekat, proses pencairan belanja hibah akan kembali seperti sedia kala. ‘’Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera cair. Sementara, kami dan beberapa pengurus cabor lainnya ikut patungan untuk membiayai program latihan persiapan atlet menghadapi porprov,’’ jelas Tatok. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here