Pacitan

Dari Kemenkeu, Dapat Insentif Rp 12,5 M untuk Penanganan Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Anggaran penanganan Covid-19 Pacitan yang dikelola oleh pemkab bertambah. Setelah daerah mendapat insentif dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 12,5 miliar. Dana insentif itu diberikan karena pemkab dianggap mampu mengendalikan kasus penularan dan persebaran virus korona di Pacitan. ‘’Mudah-mudahan dengan ini dari sisi penganggaran kita aman dan terbiayai semua,’’ kata Sekdakab Pacitan Heru Wiwoho Selasa (15/9).

Menurutnya, sifat dana insentif itu khusus. Artinya, hanya dapat digunakan untuk membantu penanganan Covid-19. Namun demikian, pihaknya masih mempertimbangkan kegiatan apa saja yang dapat dibiayai dengan anggaran insentif dari pusat tersebut.

Yang jelas, kata Heru, peruntukan dana itu dibedakan dengan anggaran penanganan korona sebesar Rp 42 miliar yang sudah teralokasi sebelumnya. ‘’Saat ini masih kami bahas penggunaannya,’’ ujar mantan kepala bappeda tersebut.

Di bagian lain, kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah kemarin. Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) setempat melaporkan seorang perempuan 60 tahun terpapar korona setelah pulang dari Jakarta. Perempuan asal Desa/Kecamatan Pringkuku itu termasuk dalam kategori tanpa gejala. Saat ini, pasien ke-98 tersebut diisolasi di wisma atlet. ‘’Selanjutnya kami lakukan tracing (pelacakan) pada warga yang pernah kontak erat dengan pasien,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto.

Dengan tambahan satu pasien tersebut, total ada empat orang dengan status tekonfirmasi Covid-19 yang kini menjalani isolasi. Rachmad juga meminta warga untuk menunda bepergian ke luar daerah guna menghindari kasus impor. ‘’Kuncinya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan,’’ tegas kepala diskominfo itu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close