Dari Hobi, Yosef Cahyo Wibawanto Menangi Berbagai Kompetisi

239

Berangkat dari hobi suka ngopi, Yosef Cahyo Wibawanto memilih untuk menekuni dunia kopi. Kasi Pembiayaan Perumahan Disperkim Magetan ini berburu ilmu tentang kopi hingga berbagai kota. Mulai cara menyangrai hingga menyeduhnya. Tak hanya sukses menjadi pembicara, Bang Yos juga berhasil memenangi berbagai kompetisi.

—————–

MASIH menggunakan seragam khas PNS berwarna khaki, Yosef Cahyo Wibawanto langsung menuju salah satu sudut ruangan rumahnya. Dia menuju meja barista sederhana. Tangannya cekatan mengambil biji kopi yang sudah disangrai dari dalam toples. Biji-biji kopi itu berpindah ke grinder. Setelah dirasa cukup lembut, biji kopi yang sudah menjadi bubuk itu diseduh. Dihirupnya aroma kopi dalam cangkir itu kuat-kuat sebelum diseruput. ‘’Minum kopi itu ada tekniknya,’’ aku Bang Yos – sapaan Yosef Cahyo Wibawanto.

Di lingkup pemkab Magetan, dia pun kondang sebagai pegiat kopi. Juga, menjadi penggerak kelompok tani kopi untuk mengembangkan kopi di daerahnya. Seperti Poncol dan Panekan yang kondang dengan kekhasan kopi arabika-nya. Bahkan, namanya dikenal hingga kabupaten tetangga, Ngawi. Dia punya kedai kopi di Bumi Orek-Orek tersebut. ‘’Karena pada dasarnya saya suka kopi,’’ terang pria kelahiran 23 Mei 1976 itu.

Sebagai pegiat kopi, Bang Yos sudah malang melintang ke berbagai kota menjadi narasumber. Menjadi pembicara teknik menyangrai kopi hingga menikmatinya. Karena beda cara pengolahan, beda pula rasa yang didapatkan. Kopi di setiap daerah juga memiliki kekhasan, meskipun dari jenis yang berbeda. Oleh karenanya, saat menjadi pembicara di luar kota, dia menyempatkan untuk mengenalkan kopi khas Magetan. Salah satunya kopi arabika Poncol yang memiliki cita rasa fruity. ‘’Rasa itu dipengaruhi unsur hara tanah. Jadi, di setiap daerah akan beda,’’ ungkapnya.

Kemampuan Bang Yos itu tidak didapat secara instan. Untuk bisa membedakan cita rasa masing-maisng kopi, dia belajar sampai Solo, Jateng. Ayah dua anak itu harus membagi waktu dengan pekerjaannya. Hanya Sabtu–Minggu, waktu yang dimiliki untuk menempa ilmu di bidang kopi. Sedangkan teknik menyeduh kopi, dia dapatkan dari kedai ke kedai di Surabaya dan Jakarta. ‘’Sharing dengan para pegiat kopi yang lain,’’ terangnya.

Untuk menambah ilmunya, Bang Yos juga membaca buku sebagai referensi. Dia juga mengkliping artikel-artikel bertemakan kopi. Agar ilmunya tidak dinikmati sendiri, dia juga menulis apa yang sudah didapatnya itu. Ketekunan suami Lina Anastasya itu pun berbuah manis. Bukan hanya memiliki kedai kopi, dia juga berhasil memenangi berbagai kompetisi. Terbaru, dia juara 1 Fun Manual Brewing V60 dalam event pesta kopi rakyat 2018 di Madiun. ‘’Senang pastinya. Karena ini berangkat dari hobi,’’ jelasnya.

Kecintaan Bang Yos terhadap kopi itu dimulai sejak kuliah di Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Bersama Lina tentunya. Namun, saat itu hanya kopi sachet yang mampu dia beli. Maklum, kantong mahasiswa tipis. Barulah, setelah bekerja mulai mencoba kopi khas berbagai daerah. Seperti Mandailing, Sumatera, Gayo hingga Toraja. Dia juga menyetok kopi-kopi itu di rumahnya. Pintu rumahnya juga terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin belajar tentang kopi. ‘’Kalau ada tamu, mereka bisa memilih kopi apa yang disuka. Bisa nyeduh sendiri,’’ ungkapnya.

Di rumahnya, kini komplet peralatan untuk membuat kopi tersebut. Mulai roaster hingga grinder. Peralatan–peralatan itu dia kumpulkan secara bertahap. Harganya lumayan menguras kantong. Sebelum punya, bang Yos menggunakan alat dapur seadanya. Seperti blender untuk menghaluskan biji kopi yang sudah disangrai. Butuh waktu lama hingga biji kopi itu menjadi bubuk. ‘’Rasanya beda, tidak bisa diatur kekasarannya juga,’’ kenangnya.

Untung saja, sang istri tak pernah protes setiap kali Bang Yos beli peralatan membuat kopi itu. Karena sama-sama demen kopi. Kecintaan Bang Yos terhadap kopi juga menular pada kedua anaknya, Sena dan Arya. Namun, kedua buah hatinya lebih suka olahan kopi. Seperti kopi susu dan es kopi. Sekeluarga ini kerap q-time ditemani kopi. ‘’Sesuai filosofinya, kopi itu sebagai penenang,’’ pungkasnya. *** (choirun nafia/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here