Dari Hobi dan Belajar pada Teman, Kurniawan Sukses Bisnis Akuarium

28

PACITAN – Hobi yang ditekuni membuahkan nilai ekonomi. Berawal dari kecintaannya pada ikan, sukses menggeluti bisnis pembuatan akuarium pun diraihnya. Belasan tahun beragam karya berhasil dicipta dengan pundi-pundi rupiah yang terus mengalir.

Gemericik air tak henti terdengar. Beragam jenis ikan air tawar menari-nari di beberapa akuarium persegi panjang yang ditata melingkar. Beragam ukuran bak kaca  menampug ratusan ikan warna-warni. Beberapa akuarium dihias aksen dan ornamen. ‘’Semua buatan sendiri. Dari dulu saya memang senang buat akuarium,’’ kata Muhammad Kurniawan.

Berawal dari hobi, ribuan akuarium berbagai ukuran pernah dibuat Kurniawan. Sejak 2001 dia tertarik menggeluti wadah ikan hias itu. Apalagi setelah mengunjungi rekannya yang berprofesi sama. Gagal tempel, hingga salah ukuran acap dialami saat pertama kali membuat akuarium. Puluhan kaca terbuang percuma lantaran salah potong. ‘’Beda dengan kayu, kalau kaca salah potong harus dibuang,’’ tutur warga Dusun Kwaron, Tambakrejo, Pacitan, ini.

Bagi suami Dewi Susanti ini, membuat akuarium gampang-gampang susah. Selain harus fasih dan yakin menggenggam pemotong kaca, ukuran dinding akuarium harus pas sebelum dipotong. Pemilihan ketebalan kaca jadi penentu lebar akuarium yang dibuat. Makin lebar, kaca kian tebal. Untuk menyelesaikan satu akuarium butuh waktu satu hingga tiga hari tergantung ukuran. ‘’Sulitnya harus menunggu lemnya kering. Jadi harus satu per satu. Kalau bareng dikeringkan gak bisa,’’ ungkap bapak tiga anak ini.

Permintaan akuarium pun kian aneh-aneh. Dulu para pelanggan cukup puas dengan akuarium kotak dengan kertas bergambar lanscape dasar laut sebagai latar belakangnya. Kini beragam model yang dipesan. Ada yang berdesain joglo atau rumah-rumahan. Hingga minimalis dengan sistem sirkulasi air yang rumit. ‘’Dulu tahun 2015, banyak yang pesan model rumah-rumahan untuk taman. Sekarang banyak yang pesan minimalis dengan warna monokrom,’’ jelas pria kelahiran 8 Maret 1987 ini.

Sebagai perajin akuarium lebih dari 18 tahun beragam pelanggan dilayani Kurniawan. Mulai pebisnis hingga pejabat pemerintah. Sehingga, kualitas kaca tak sembarangan. Selain sesuai pesanan terkadang dia memberi rekomendasi ketebalan yang cocok untuk akuarium modern. ‘’Penjualannya ada juga yang ke luar kota, seperi Magelang, Jogja, Solo, Kediri lumayan banyak,’’ paparnya.

Untuk harga Kurniawan tak mematok selangit. Paling murah Rp 10 ribu untuk ikan kecil. Sementara, paling mahal ukuran 250×60 sentimeter yang pernah dibuatnya dibanderol Rp 3 juta satu set. ‘’Kalau pesanan paling ramai ukuran medium sekitar 50 sentimeter ke bawah. Jelang Ramadan semakin banyak peminat,’’ pungkas Kurniawan.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here