Dari Guru Honorer, Dewi Erawati Terpilih Jadi Manajer Terbaik Nasional

49

PONOROGO – Jalan hidup Dewi Erawati terbilang berliku. Mengenal dunia kerja sejak masih kuliah, perempuan itu pernah menyelami berbagai profesi sekaligus. Mulai guru honorer, penyiar radio, sebelum akhirnya menjadi manajer sebuah bank syariah.

———

FEBRUARI lalu menjadi bulan terindah bagi Dewi Erawati. Itu seiring capaian sebagai

manajer terbaik se-Indonesia di bawah naungan salah satu bank syariah. Prestasi itu pula yang mengantar perempuan tersebut menunaikan ibadah umrah. ‘’Nggak nyangka juga bakal terpilih,’’ ujarnya.

Tidak mudah bagi Ira-sapaan akrab Dewi Erawati- meraih pencapaian seperti sekarang. Ada tetesan keringat dan air mata di balik perjuangannya. Pada 2007 silam saat masih kuliah dia sempat menjadi guru satu sekolah dasar luar biasa (SDLB). ‘’Saat itu masih nyambi-nyambi biar bisa mencukupi kebutuhan keluarga,’’ kenang jebolan Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Ponorogo ini.

Selain sebagai guru honorer, dia juga sempat menjadi penyiar radio lepas. Pekerjaan sales promotoin girl (SPG) pun pernah dilakoninya. ‘’Juga sering jadi MC acara mulai tingkat RT sampai event brand besar,’’ sambung perempuan kelahiran 1987 tersebut.

Meski menjalani berbagai pekerjaan sekaligus, Ira berhasil menelurkan sejumlah prestasi. Di antaranya, mengantarkan anak didiknya meraih juara II gerak dan lagu TKLB tingkat provinsi 2007. Dua tahun berselang, muridnya berhasil menyabet juara I event yang sama. Bahkan, pada 2010 silam siswanya diganjar juara I lomba seni elukis tingkat nasional di Makassar.

Berbagai penghargaan tersebut mengantar Ira terpilih menjadi guru berprestasi dan berkesempatan menghadiri undangan gubernur Jatim kala itu. ‘’Tepatnya tahun 2011,’’ ungkapnya.

Meski berhasil meraih sederet prestasi, kebutuhan keluarga yang semakin mendesak membuatnya coba mendaftar salah satu bank syariah. Berbagai sertifikat yang diraih dia lampirkan. Tak disangka, Ira diterima sebagai wakil manajer sentra sebelum akhirnya menjadi manajer tiga bulan berselang.

Dua tahun kemudian Ira diangkat sebagai manajer bisnis. ‘’Pekerjaan saya sekarang semakin berat sebenarnya. Menjadi pimpinan itu harus bisa mengerti isi kepala seluruh bawahan yang beragam,’’ tutur anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Kasiman-Kun Hartati itu.

Ira memiliki kiat tersendiri dalam memimpin anak buahnya. Dia tidak pernah membentak bawahan yang gagal memenuhi target. Melainkan memberikan support agar lebih bekerja lebih bersemangat. ‘’Lebih efektif ketimbang membentak dan memarahi,’’ ucapnya. ***(nur wachid/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here