Dari Doodle Art, Rupiah Mengalir ke Kantong Nadya

124

Hobi menggambar sejak kecil, Nadya Levi Meya Azzahra kini mampu meraup pundi-pundi rupiah dari doodle art. Di sela aktivitas latihan selam, gadis 11 tahun itu sibuk mengerjakan orderan dari konsumen.

————————-

TANGAN Nadya Levi Meya Azzahra lincah memainkan spidol hitam di selembar kertas ukuran A5. Dalam sekejap, sosok abstrak menyerupai sosok monster memenuhi media gambar. Sementara, sedikit ruang di bagian tengah dibiarkan kosong.

Bagian kosong itu oleh Nadya lantas diberi tulisan sebuah nama. Lalu, deretan huruf tersebut diblok dengan spidol hitam. ‘’Itu pesanan teman,’’ kata Nadya sambil tangannya menunjuk tumpukan pigura berisi gambar doodle art dengan polesan warna mencolok.

Nadya mulai akrab dengan peranti doodle art sejak sekitar setahun lalu. Awalnya karyanya terkesan sederhana. Namun, kini selain lebih rapi, komposisi warnanya jauh lebih menarik. ‘’Dulu ada putih-putih di gambarnya (blok hitam pada huruf kurang merata, Red),’’ ungkapnya.

Seiring waktu, banyak teman sekolahnya yang tertarik dibuatkan doodle art.  Setiap karya dengan media kertas ukuran A5 dihargai Rp 10 ribu. Singkat cerita, salah seorang guru gambarnya, menyarankan Nadya membuat akun Instagram untuk memajang karya-karyanya. Benar adanya, sejak rajin posting pada Juli tahun lalu, pesanan mulai mengalir. ‘’Termasuk dari luar kota seperti Jombang, Surabaya, Semarang, dan Batam,’’ tuturnya.

Karya doodle art buatan Nadya umumnya dibeli untuk kado ulang tahun dan wisuda. Pun setiap ada pesanan masuk, gadis yang kini duduk di bangku kelas V itu mencatat nama dan alamat pemesan dalam sebuah buku. ‘’Sekarang sudah sampai nomor 131,’’ sebutnya sambil menunjukkan buku khusus itu.

Malam hari setelah salat Magrib dipilih Nadya untuk mengerjakan pesanan konsumen. Jika ada pekerjaan rumah (PR), dia sengaja menyelesaikannnya di sekolah. ‘’Guru kasih PR langsung dikerjakan,’’ ucap anggota komunitas Madiun Doodle Art ini.

Nadya kini mematok doodle art dengan harga bervariasi. Jenis hitam putih dan berpigura dibanderol Rp 50 ribu. Sedangkan jika full colour Rp 100 ribu. Harga itu belum ongkos kirimnya. Pun, ukuran kertas dan tingkat kerumitan memengaruhi harga produk. ‘’Paling besar yang pernah saya buat A3,’’ sebutnya.

Selain menekuni doodle art, Nadya disibukkan dengan latihan di kolam renang. Maklum, dia atlet selam andalan Kota Madiun. ‘’Latihan renang di kolam pasar (Pasar Besar Madiun, Red),’’ ujarnya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here