Dari Atlet Badminton, Amell Meretas Jalan Jadi Penyanyi Profesional

80

NGAWI – Denting nada berirama sayup terdengar saat Amell Ade Shevira mulai memainkan gitarnya sore itu. Sejurus kemudian, bait lagu bergenre pop mengalun merdu. Sesekali mata gadis itu terpejam, meresapi lagu yang tengah dinyanyikan. “Latihan nyanyi juga saya sekarang,” kata Amell.

Amell berlatih musik sejak Mei lalu. Itu bertepatan dengan sekembalinya dari Jakarta bergabung sebuah klub badminton ternama sejak dua tahun silam berkat beasiswa yang diperolehnya. “Sejak kecil sudah suka musik, kebetulan orang tua juga punya studio,” ujar gadis 13 tahun itu.

Amell kini lebih sering mengolah vokal ketimbang berkeringat sambil mengayunkan raket. Jari-jarinya menjadi hafal berbagai chord gitar. Dia memilih alat musik petik itu lantaran mudah dipelajari dan bisa dibawa ke mana-mana. “Latihan gitarnya di Ngawi. Ada pelatih privat yang datang ke rumah,” tutur warga Desa Klitik, Ngawi, ini.

Amell benar-benar ingin menanggalkan predikat atlet bulu tangkis yang disandangnya. Dia menggelengkan kepala saat mendapat tawaran bermain lagi dari klub badminton lain di Jakarta. Sekarang, Amell berlatih keras untuk mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi profesional. “Ada deh alasannya kenapa saya memutuskan seperti itu. Yang jelas, saya sekarang ingin berlatih nyanyi,” ungkapnya.

Solo menjadi kota jujukan Amell saban dua hari sekali. Di sana, dia ambil les vokal di salah satu sekolah musik. Bolak-balik Ngawi-Solo dengan jarak cukup jauh tak jadi masalah baginya. Yang ada di benaknya sekarang, dia benar-benar ingin meniti karir di dunia musik sebagai seorang penyanyi. “Pas di Jakarta dulu, sempat jadi bintang photoshoot tempat saya sekolah badminton. Rasanya lebih nyaman saja tampil di depan kamera,” akunya.

Kesulitan sempat mendera putri semata wayang pasangan Setyo Adi Kurniawan dan Dewi Lestari ini. Sebagai atlet badminton, Amell dididik lebih mengedepankan indra penglihatan. Ya, dia mesti fokus mengamati permainan dan mengabaikan sorak dari penonton. Sementara dalam menekuni musik, pendengaran menjadi yang utama. “Kalau musik kan harus benar-benar fokus dengan apa yang didengarkan,” tekannya.

Selain mesti belajar vokal di sekolah musik, Amell juga berlatih dengan caranya sendiri. Amell terbilang sering mengunggah video cover ke YouTube. Dalam kurun waktu setengah tahun terakhir, sedikitnya empat judul lagu sudah tuntas di-cover-nya.

Masukan demi masukan seputar dunia musik atau seorang penyanyi, dipikirkan betul olehnya. Saat berlatih dengan guru les vokal, semangat Amell kian terlecut ketika guru les mengungkapkan perkembangannya. Sementara saat meng-cover lagu lalu meng-upload ke YouTube, dia lebih suka saat ada komentar bernada kritik seputar caranya bernyanyi. ‘’Untuk mengukur bakat saya sendiri, banyak juga komentar-komentar yang bisa dijadikan pembelajaran,” ungkapnya.

Keseriusannya berlatih vokal berbuah manis. Sebuah single berjudul Telah Berbeda meluncur ke publik. Sejak diunggah ke YouTube tiga bulan lalu, video klip single itu telah ditonton lebih dari 7 ribu kali dan mendapat 334 likes. ***(deni kurniawan/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here