Dapil VI: Demokrat Tetap Dominan, Golkar Diperhitungkan

126

PACITAN – Kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) VI Tulakan-Kebonagung diprediksi adem ayem. Partai Demokrat masih memegang kendali. Pasalnya, elektabilitas sebagian besar calon legislatif (caleg) parpol berlambang mercy itu tinggi. Empat kursi bakal dipertahankan. ‘’Tinggal melihat kesiapan para caleg menjalankan mesin politiknya,’’ kata pengamat politik Pacitan Edi Sulistyo kemarin (29/1).

Meski begitu, bukan berarti caleg incumbent di atas angin. Sutarno diperkirakan bakal menghadapi kompetitor tangguh dari internal Demokrat. Salah satunya Arif Setia Budi. Pasalnya, caleg muda tersebut memiliki basis massa pemuda yang tidak diragukan. Di antaranya dari laskar pemuda desa (laspeda) dan PSHT. ‘’Di laspeda sebagai ketua, sedangkan di PSHT sebagai sekretaris,’’ ujarnya.

Pun posisi Titik Ernawati berpotensi tergusur. Itu lantaran masalah sengketa lahan Pasar Tulakan di tempat tinggalnya belum juga klir. Sedangkan dua petahana dari Pacitan diperkirakan aman. ‘’Ronny dan Rudi masih aman,’’ prediksinya.

Sementara incumbent lainnya, yakni Tejo Kusmoro (Golkar), Widadi (PDIP), Samsuri (PPP), Nur Rochman (PKS), dan Subroto (Gerindra) juga bakal mulus meraih kembali kursinya di DPRD Pacitan. Itu mengingat massa fanatik yang sudah terbentuk sebelumnya. ‘’Elektabilitas masing-masing calon terjaga,’’ tuturnya.

Pendapat berbeda diungkapkan Septian Dwi Cahyo, pengamat politik lainnya. Dia sependapat Demokrat bakal konsisten dengan meraih kembali empat kursi. Pun satu di antara petahana bakal tergusur. Sedangkan satu dari empat incumbent partai lain di ujung tanduk. Subroto (Gerindra) diperkirakan bakal mendapat saingan dari caleg Golkar Sunarko dan Budi Sarwono. ‘’Keduanya mantan kades. Narko mantan kades Karangnongko dan Budi dari Wonosidi. Golkar patut diperhitungkan,’’ jelasnya.

Sedangkan munculnya nama Handaya Aji, menurut dia, belum terasa. Meski pernah menjabat wakil ketua DPRD Pacitan periode 2004-2014, pria asal Desa Losari, Tulakan, itu masih kalah bersaing dengan Nur Rochman. Sedangkan untuk mendapatkan dua kursi, PKS diperkirakan bakal kesulitan. ‘’Jadi, tetap satu kursi untuk PKS,’’ ucapnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here