Dana Kampanye PKB Paling Besar

54

NGAWI – Berdasarkan tahapan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, kemarin (2/1) merupakan hari terakhir bagi peserta pemilu menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) kepada KPUD setempat. Informasi yang dihimpun, hingga masa penyerahan laporan ditutup pukul 18.00, hanya Partai Garuda yang tidak menyerahkan LPSDK.

Komisioner KPUD Divisi Hukum Prima Aequina mengungkapkan, sebanyak 15 parpol dan dua tim pemenangan calon presiden (capres) sudah menyerahkan LPSDK. Namun, sebagian tidak mencantumkan nominalnya. Di antaranya, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Bulan Bintang (PBB). ‘’Kalau kosong bisa diartikan tidak ada sumbangan dana kampanye,’’ sebutnya.

Meski begitu, dia menilai mustahil jika tidak ada sumbangan dana kampanye selama kurun waktu tiga bulan sejak pelaksanaan kampanye dimulai 23 September 2018 lalu. Apalagi, donasi tidak selalu berupa uang. Melainkan bisa alat peraga dan bahan kampanye, asalkan dalam pelaporannya disertakan bukti tertulis seperti kuitansi atau surat pernyataan. ‘’Sumbangan itu bukan dari orang luar, caleg yang ngasih sesuatu ke partainya juga termasuk sumbangan,’’ jelasnya.

Dari hasil rekapitulasi KPUD, PKB tercatat sebagai peserta pemilu dengan sumbangan dana kampanye terbesar yakni Rp 319,9 juta. Sementara, LPSDK tim pemenangan capres-cawapres yang diserahkan ke lembaga itu kemarin diketahui untuk capres nomor urut 01 nihil dan capres 02 hanya senilai Rp 1 juta.

Samsul Hadi, salah seorang pengamat politik Ngawi, mengapresiasi adanya kewajiban bagi peserta pemilu menyerahkan LPSDK. Setidaknya, langkah itu sebagai pertanggungjawaban moral partai politik (parpol) sebagai peserta pemilu kepada masyarakat. ‘’Itu menjadi tahapan penting untuk mewujudkan transparansi sumbangan dana kampanye,’’ ujarnya.

Samsul berharap pihak KPUD lebih aktif mendorong para peserta agar mau mematuhi setiap tahapan pemilu. Termasuk menyerahkan laporan penggunaan dana kampanye setelah proses pemungutan suara 17 April mendatang. ‘’Sehingga tidak terkesan hanya formalitas, tapi benar-benar transparan,’’ tuturnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here