Dana Bantuan Pemprov Tidak Kunjung Turun, BPBD Ngawi Kelimpungan Melawan Kekeringan

35
MULAI DIKIRIM: Seorang petugas sedang melakukan pengisian air di sumur BPBD Ngawi.

NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mulai kelimpungan terkait krisis air bersih yang melanda beberapa wilayah setempat. Penyebabnya, dana bantuan kekeringan untuk sejumlah desa terdampak yang diajukan ke Pemprov Jatim hingga saat ini belum turun. ‘’Dari pemerintah daerah ada, tapi juga masih belum cair,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi Selasa  (16/7).

Dia menyebut, sejauh ini sudah empat desa yang mengajukan permohonan dropping air bersih. Keempat desa tersebut sebenarnya sudah masuk dalam daftar 45 desa yang diusulkan ke pemprov untuk mendapatkan bantuan. ‘’Karena kondisinya sangat membutuhkan, pemdes mengajukan bantuan ke kami. Tapi, tidak semua langsung dipenuhi,’’ ungkapnya.

Teguh menjelaskan, pihaknya bakal mengecek langsung kondisi sejumlah desa terdampak yang sudah mengajukan permohonan dropping air bersih. Jika memang sudah masuk kategori emergency, bantuan bakal segera dikirim. Namun, untuk sementara menggunakan air dari sumur BPBD.

‘’Biasanya kami mengandalkan bantuan dari provinsi untuk mengambil ari dari PDAM,’’ paparnya. ‘’Hasil pemetaan kami, belum ada desa yang mendesak dikirim air bersih,’’ imbuh Teguh.

Teguh khawatir, 45 desa yang terpetakan rawan kekeringan tersebut bulan depan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, pihaknya berharap paling lambat akhir bulan ini bantuan dari pemprov sudah turun sehingga, bisa langsung disalurkan saat puncak musim kemarau.

Sementara itu, kemarin petugas BPBD mulai mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik di Desa Kiyonten dan Tawun, Kasreman. Namun, bukan untuk kebutuhan konsumsi, melainkan untuk kepentingan umum di masjid-masjid. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here