Ngawi

Dampak Pandemi Covid-19 pada Keuangan Daerah, Pendapatan Ratusan Miliar Menguap

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Daerah pun kehilangan pendapatan hingga ratusan miliar rupiah.  ‘’Kalau ditotal mungkin berkurang sampai Rp 460 miliar,’’ kata Kepala Badan Keuangan Ngawi Bambang Supriyadi Minggu (17/5).

Bambang membeberkan, penyumbang angka penurunan pemasukan daerah itu di antaranya dari pendapatan asli daerah (PAD) serta dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Selain itu, 35 persen belanja langsung dan tidak langsung serta pengurangan dana insentif daerah (DID) dirasionalisasi. ‘’Sebagian dipotong untuk dimasukkan ke dana BTT (bantuan tidak terduga, Red) penanganan Covid-19,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, PAD tahun ini diprediksi berkurang sekitar Rp 23 miliar dari jumlah yang ditargetkan sebesar Rp 238 miliar atau 9-10 persen. Itu bisa terjadi karena adanya kebijakan penghapusan pajak sementara sektor pariwisata, hotel, restoran, dan pasar.

Sedangkan TKDD dari semula Rp 1,7 triliun berkurang sekitar Rp 141 miliar atau 8,02 persen. Perinciannya, dana alokasi umum (DAU) dari Rp 1 triliun turun Rp 96 miliar, dana bagi hasil bukan pajak turun Rp 753 juta, dana alokasi khusus (DAK) fisik turun Rp 27,8 miliar, DAK nonfisik turun Rp 19 miliar. Pun, dana desa turun Rp 2,1 miliar dari Rp 197 miliar dan dana insentif daerah (DID) Rp 3,9 miliar dari Rp 52,8 miliar.

Sementara, akibat rasionalisasi 35 persen, belanja langsung dalam APBD tahun ini yang dianggarkan Rp 468,2 miliar turun sekitar Rp 163,8 miliar. Namun, Bambang menyebut sejauh ini masih kesulitan untuk melakukan rasionalisasi. ‘’Sampai sekarang yang bisa dipotong baru sekitar Rp 47 miliar, atau masih kurang Rp 116 miliar lagi,’’ tuturnya.

Bagaimana dampaknya? Bambang memastikan berpengaruh pada kegiatan yang sudah dirancang pemerintah daerah. Banyak proyek maupun belanja yang terpaksa dibatalkan atau dikurangi. ‘’Itu sudah pasti. Tapi mau gimana lagi kalau kebijakannya begitu,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close