Madiun

Dampak Listrik Jabodetabek Padam, Jadwal KA Kacau, Belasan Penumpang Batalkan Keberangkatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan penumpang yang hendak berangkat dari Stasiun Madiun mengurungkan niat. Sebab, kereta yang hendak ditumpangi molor hingga berjam-jam. Bahkan, jadwal pemberangkatan kereta api ada yang molor hingga 6,5 jam.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko menjelaskan bahwa kondisi itu merupakan dampak dari pemadaman listrik PLN di daerah Jabodetabek selama delapan jam pada Minggu (4/8). Sehingga, kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di wilayah tersebut terganggu. Akibatnya berdampak pada perjalanan KA dari Jakarta menuju Jateng dan Jatim. ’’Kami meminta maaf atas keterlambatan kedatangan kereta api,’’ ucap Ixfan.

Ixfan menambahkan, akibat pemadaman listrik dari PLN, dampaknya terasa hingga Stasiun Madiun. KA Bangunkarta, misalnya, dijadwalkan datang pukul 00.00. Karena molor 6,5 jam, kereta tersebut baru tiba di Stasiun Madiun pukul 06.58. Tiga kereta api yang terlambat yakni KA Bima terlambat 254 menit dan baru tiba pukul 06.14, KA Gajayana terlambat 226 menit dan baru tiba pukul 06.58, dan KA Majapahit terlambat 180 menit baru tiba pukul 07.14.

Akibat keterlambatan empat KA tersebut, ada 15 penumpang yang membatalkan perjalanan. Perinciannya, delapan penumpang KA Bima, tiga penumpang KA Majapahit, dan empat penumpang KA Gajayana. ’’Iya betul, padamnya listrik di Jakarta dampaknya bisa jadi ke berbagai daerah. Penyebab padamnya apa, tentu PLN yang lebih tahu,’’ ujar Ixfan.

Pihaknya turut prihatin atas kejadian perdana keterlambatan KA yang disebabkan padamnya listrik tersebut. Sebagai konsekuensi, pihaknya membuat kebijakan. Bagi para penumpang yang membatalkan perjalanannya di empat jenis KA tersebut, harga tiket bakal dikembalikan 100 persen.

Selain itu, jika penumpang mengalami keterlambatan pemberangkatan lebih dari tiga jam, bakal diberikan service recovery. Berupa makanan snack serta makanan berat jika terlambat lebih dari lima jam. ’’Kebetulan pemberangkatan hari ini (kemarin, Red) pas di hari pembuka untuk beraktivitas. Penumpang cukup banyak, yang turun dari KA Bima saja kami hitung lebih dari seratus,’’ papar Ixfan.

Ditanya terkait taksiran kerugian, dia mengungkapkan bahwa hal itu menjadi kewenangan pusat. ‘’Karena hampir seluruh daerah terdampak. Taksiran kerugian hanya dapat dihitung pusat,’’ tegas Ixfan.

Pihaknya memohon maaf atas keterlambatan tersebut. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang di waktu mendatang. Pun dapat menjadi pelajaran penting untuk pihak terkait, terutama PLN. ’’Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan KA tersebut. Kami selalu mengutamakan keselamatan penumpang,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close