Damai Itu Indah!

99
JALIN KEAKRABAN: Kapolres Ponorogo AKBP Radiant ngopi bareng sejumlah mahasiswa Papua yang berkuliah di Ponorogo Rabu (21/8).

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Toleransi terjaga di Bumi Reyog. Mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan tinggi di Ponorogo tidak ikut terpancing kerusuhan yang terjadi belakangan. Warga Bumi Reyog pun mampu menghargai dan menjaga toleransi dengan warga dari luar daerah. Hal itu dipastikan Kapolres Ponorogo AKBP Radiant. ‘’Damai itu indah. Apalagi kita satu bangsa dan satu negara,’’ kata kapolres Rabu (21/8).

Radiant menyebut, tahun ini hanya lima mahasiswa asal Papua yang berkuliah di kabupaten ini. Jumlahnya memang pasang surut setiap tahun. Sesuai angka penerimaan dan kelulusan setiap tahunnya. Warga Papua hidup berdampingan dengan warga Ponorogo. Tidak pernah terjadi gesekan sama sekali. ‘’Mereka (mahasiswa Papua, Red) baik-baik dan ramah,’’ ungkapnya.

Pascarusuh yang terjadi di Malang, Surabaya, hingga Manokwari, polres setempat merapat. Mereka lantas mengajak para mahasiswa asal Papua itu untuk ngopi bareng. Radiant sempat mengajak para mahasiswa untuk tidak ikut terprovokasi isu yang berkembang. Apalagi termakan hoaks. Bahrudin Kasira, salah seorang mahasiswa asal Papua, sepakat dengan ajakan tersebut. ‘’Kami di Ponorogo menjaga tali silaturahmi dengan masyarakat dan kepolisian. Sama-sama menjamin Ponorogo aman,’’ ujar Bahrudin.

Kelima mahasiswa Papua juga diajak mengikuti event rangkaian Grebeg Suro. Bupati Ipong Muchlissoni mengungkapkan, para mahasiswa asal Indonesia timur itu diajak makan malam dan menyaksikan event di Grebeg Suro. ‘’Supaya mereka (mahasiswa Papua, Red) merasa aman dan nyaman kuliah di Ponorogo. Karena Ponorogo juga bagian dari Indonesia, sama seperti Papua,’’ ucap bupati. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here