DAK Dipangkas, Renovasi Pasar Terbatas

131

MADIUN – Jumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun yang direnovasi menyusut. Tahun ini, hanya dua dari sebelumnya lima. Nominal anggaran untuk memoles dua pasar tradisional yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) itu terpaut jauh. Sumber anggaran pusat itu susut dari sebelumnya Rp 5,2 miliar tinggal Rp 3,9 miliar. ‘’Kami harus terapkan skala prioritas,’’ kata Plt Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi kemarin (17/1).

Kedua pasar itu Mlilir, Dolopo dan Umum Caruban. Biaya renovasi pasar yang disebut pertama sebesar Rp 1,9 miliar. Sudah jauh hari, Disperdakop-UM dalam menetapkan perbaikan pasar. Sebab rehabilitasi tahun lalu belum tuntas. Sedangkan Pasar Umum Caruban dijatah Rp 800 juta. Duit ratusan juta itu merupakan sisa akhir DAK setelah dikurangi biaya pengadaan metrologi sebesar Rp 1,2 miliar. ‘’Untuk pembelian alat dan kendaraan operasional,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Agus menjelaskan alasan dana sedikit karena porsi perbaikan pasar yang juga dikenal Pasar Sayur itu tidak banyak. Renovasi bangunan yang diresmikan 20 dekade silam itu hanya berkutat pada bagian dalam. Salah satunya mengganti atap los berjualan pedagang yang diketahui banyak bocor. Otomatis menimbulkan kubangan air ketika hujan mengguyur. Diperparah drainase yang tidak berfungsi maksimal. Saluran air seluas 5.000 meter persegi itu mampet. ‘’Drainase akan dinormalisasi,’’ ungkapnya.

Kondisi pasar yang diisi 235 pedagang itu terlihat kumuh. Banyak lubang di atap pada sejumlah ruang pemisah antara satu deret lapak dengan lainnya. Yang terparah yaitu bagian lantai. Tidak sedikit paving dan batu bata yang hancur. Banyak bagian beton drainase yang tidak tertutup rapat dan retak. ‘’Memang kumuh dan tidak layak untuk berjualan,’’ ucapnya sembari menyebut rencana membuat dua jalur akses masuk di bagian depan pasar.

Agus mengatakan renovasi Pasar Mlilir berupa menarik sejauh enam meter ke belakang deretan lapak di sebelah timur. Bangunan itu berbahaya karena terlalu berdekatan jalan raya. Selain rentan genangan lantaran posisi lantai lebih rendah ketimbang jalan. Pemindahan itu membutuhkan biaya besar karena harus mendirikan bangunan baru. Lahan untuk tempat anyar adalah sisa dari proses renovasi tahun lalu. ‘’Kalau untuk lahan bekas bangunan akan dijadikan tempat parkir kendaraan,’’ ucapnya.

Dia menambahkan tahapan revitalisasi Pasar Mlilir dan Umum saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya tengah mengerjakan detail engineering design (DED). Nantinya, para pedagang bakal direlokasi selama renovasi berlangsung. ‘’Tempatnya ya di sekitaran pasar saja,’’ tandasnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here