Dahlan Iskan Hadiri Debat Publik di Kampung Halaman

264

MAGETAN – Dahlan Iskan (DI) hadir dalam debat publik ketiga tiga pasangan calon (paslon) Pilbup Magetan, Rabu malam (20/6). Mantan Menteri BUMN itu menyaksikan jalannya debat pamungkas hingga tuntas sekitar pukul 21.45 WIB. Debat bertemakan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik itu dihelat di aula Gedung PGRI Magetan. ”Kebetulan saja (menyaksikan debat publik, Red). Waktunya bertepatan Lebaran ke Magetan,” ungkap DI sesaat sebelum debat.

DI yang mengenakan setelan kemeja merah muda dan celana hitam itu duduk di barisan pendukung Miratul Mukminin dan Joko Suyono. Dia pun terlihat antusias menyaksikan adu argumen dari ketiga paslon. Terbawa semaraknya suasana. Seperti ketika meneriakkan yel-yel dari masing-masing pendukung pasangan calon (paslon). Saking meriahnya, tak jarang moderator dan sejumlah panitia meminta pendukung kembali tenang. ‘’Semoga pilkada Magetan berjalan lancar,’’ harapnya.

Seluruh paslon menjanjikan birokrasi pemerintahan yang bersih dalam penyampaian visi dan misi. Suyatni Priasmoro mewakili paslon nomor satu, misalnya. Dia menilai perbaikan birokrasi harus dimulai dari kepemimpinan kepala daerah. Praktik jual beli jabatan yang melibatkan bupati dinilai sebagai kiamat kecil. Kang Suyat –sapaan Suyatni Priasmoro- mencoba meyakinkan bahwa pihaknya menghindari praktik pengisian jabatan berupa sogok-menyogok itu.

Sedangkan, Gus Amik -sapaan Miratul Mukminin- menegaskan bila pemimpin punya pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan kepada rakyat. Pihaknya berkomitmen mewujudkan pemerintahan bersih korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dan pungutan liar (pungli). Caranya, menciptakan sinergitas yang baik dari institusi di tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan. Ketika sesi pendalaman visi dan misi, paslon yang diusung lima partai politik (parpol) berupaya melakukan pencegahan lewat kerjasama dengan aparat penegak hukum (APH). Serta membuka saluran pengaduan tindakan pelanggaran dalam kegiatan publik dari masyarakat. ‘’Kami ada program Halo Magetan yang penerapannya sudah berbasis online,’’ tekannya.

Adapun Suprawoto menyatakan pentingnya teladan dari pemimpin untuk melawan segala praktik korupsi. Istilahnya, tegas cabup nomor tiga itu, bila ingin menyapu lantai kotor, sapunya harus bersih dulu. Dia menekankan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pejabat untuk mencegah praktik culas itu. ‘’Serta mengurangi transaksi secara langsung dan diganti lewat teknologi informasi,’’ katanya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here