Daftarkan Rumah Kapiten Liem-Pabrik Rokok Ong Kiem Siom Jadi Cagar Budaya

255

MADIUN – Sisa-sisa sejarah pecinan di Kota Karismatik berangsur menghilang. Bangunan-bangunan lawas yang menjadi ciri khas pecinan mulai terkikis. Ada yang bertahan, tapi hanya hitungan jari.

Sebagian besar bangunan itu pun tidak berpenghuni. Mereka yang masih bertahan hanyalah orang-orang yang ingin menjaga warisan keluarga. Turun-temurun.

Sebut saja rumah kapiten di Jalan Kolonel Marhadi, rumah letnan di Jalan H Agus Salim, SMPN 6 Madiun yang dulunya merupakan Hollandsh-Chineese School van de Veereenging Tiong Hwa Hok Koen, TITD Hwie Ing Kiong, Toko Kuno Jaya di Jalan H Agus Salim, serta pabrik rokok Ong Kiem Siom di Jalan Kutai.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparmudora) Kota Madiun Agoes Poerwowidagdo menyatakan, dari sejumlah bangunan peninggalan sejarah orang Tionghoa itu, hanya rumah kapiten dan pabrik rokok Ong Kiem Siom yang didaftarkan oleh pemkot sebagai cagar budaya ke Kemendikbud. ‘’Karena nilai sejarahnya sangat tinggi,’’ katanya.

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, selanjutnya pemkot bakal mengambil beberapa langkah. Utamanya terkait revitalisasi cagar budaya yang telah ditetapkan oleh wali kota. ’’Tempat ini (rumah kapiten Tionghoa, Red) nanti mendapat perlakuan tersendiri oleh pemkot. Baik itu kebersihannya, penataan kawasannya, termasuk merevitalisasi yang sekiranya bisa dilakukan oleh pemkot,’’ ujar mantan kepala DPPKAD tersebut.

Lebih lanjut, kata Agoes Poer, pihaknya lebih dulu akan melakukan komunikasi dengan pemilik bangunan itu terkait kelanjutan pengembangannya. Ini karena sejumlah objek yang ditetapkan cagar budaya itu bukan milik daerah. Tapi, merupakan kepemilikan pribadi.

Pihaknya juga berencana berkolaborasi dengan pemilik bangunan cagar budaya untuk menggelar event seperti pameran barang antik dan lain sebagainya. ’’Eman-eman potensi ini kalau tidak segera kita manfaatkan, biar cagar budayanya termanfaatkan,’’ tutur Agoes Poer.

Dia menyebut ada sekitar 21 objek cagar budaya yang akan ditetapkan wali kota Madiun. Meliputi bangunan bersejarah di bidang religi, pendidikan, maupun pusat pemerintahan. Seperti Masjid Kuno Taman dan Kuncen, Balai Kota, serta SDN 01 dan 02 Kartoharjo. Selanjutnya, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel, kompleks Gereja Santo Cornelius, dan sekolah Santo Bernardus.

Selain itu, ada gedung Bakorwil, rumah kapiten China di Jalan Kolonel Marhadi dan Jalan Kutai. Lalu, SDN 05 Madiun Lor; serta SMPN 1, 3, dan 13 Madiun. Kemudian, Stasiun Besar Madiun, Kelenteng Hwie Ing Kiong, kompleks Pabrik Gula Rejo Agung dan rumah dinasnya, menara air Sleko, serta bangunan SMAN 1 Kota Madiun. ‘’Untuk makam kuno Taman dan Kuncen masih dalam tahap kajian,’’ papar Agoes Poer. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here