Cyclist Cantik Ini Penasaran Tanjakan Srambang

421

MADIUN – Makin banyak cyclist yang penasaran menaklukkan tanjakan Srambang. Termasuk para cyclist perempuan. Maudy Margareth Angelic contohnya. Cyclist  KRAFT asal Kota Kediri itu mengaku tak pernah bersepeda di Ngawi. Namun, berkat dorongan dan ajakan berbagai cyclist, rasa penasaran Maudy pun tergugah. Plus, dia memang cyclist penggila tanjakan. ’’Ngawi saya tidak punya bayangan sama sekali. Tapi, itu membuat saya pengen njajal dan penasaran,’’ kata perempuan 32 tahun itu.

Maudy bukan cyclist sembarangan. Pada Antangin Bromo KOM Challenge 2018, Maudy mencatatkan diri sebagai yang terbaik ketiga di kategori Woman Master A (30-40 tahun). Padahal, Maudy baru serius menggeluti cycling sejak empat tahun terakhir. Pun, dia baru menjajal road bike sejak 2016. Terakhir kali dia sering bersepeda ketika duduk di bangku SD. ’’Awalnya karena suami penyuka sepeda. Akhirnya tertarik bersepeda lagi, dan keterusan sampai sekarang,’’ ceritanya.

Meski baru dua tahun, namun hati Maudy agaknya terpaut pada road bike. Dari road bike, Maudy banyak mengikuti event. Lambat laun, Maudy mulai mengenali dirinya. Maudy rupanya doyan melahap tanjakan. Berkat tempat tinggalnya yang dikelilingi rute berbukit. Di Kediri, kata Maudy, harus bisa terbiasa bersepeda di tanjakan. Sebab, jalan mendatar hanya ditemukan di seputar Pare atau bahkan menuju wilayah Tulungagung. ’’Rata-rata flat hanya sekitar tiga kilometer, lalu elevasi naik sampai 1.200 mdpl,’’ tuturnya.

Karena faktor geografis itulah, kaki Maudy pun terbiasa dengan rute menanjak. Rata-rata, dia melahap rute 35-40 kilometer sekali gowes. ‘’Kalau saya harus bersepeda di rute flat, saya terkendala jarak yang jauh dan waktu yang relatif lama, sementara sehari-hari saya cukup sibuk,’’ kata Maudy. ‘’Mungkin saya tipikal climber, karena lebih suka nanjak daripada flat,’’ imbuhnya.

Boleh dikata, Maudy bondo nekat (bonek) berangkat ke Srambang. Dia mengaku tidak memiliki persiapan apa pun dua minggu ini. Kesibukan membuatnya jarang menyentuh sepeda balapnya. Namun, berkat dorongan dan ajakan ditambah rasa penasaran terhadap Srambang, Maudy pun memutuskan berangkat. ’’Jujur tidak ada persiapan karena repot di kerjaan. Tapi karena penasaran, ya sudah ikut saja, bisa dibilang bonek sih,’’ ujarnya lantas tertawa. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here