Cycling di Mata Maudy Margareth Angelic

268

BERSEPEDA adalah cinta pertama bagi Maudy Margareth Angelic. Sejak kecil, perempuan asal Kediri itu sudah jatuh hati dengan sepeda. Bahkan, dia sudah menamatkan beberapa kali cycling event, baik di dalam maupun luar daerah.

Terakhir dia meraih podium ketiga pada Bromo KOM Challenge 2018 untuk kategori Queen of Mountain (QOM). Melihat capaiannya itu, tentu Maudy bukan perempuan sembarangan. Perempuan kelahiran 17 Oktober 1985 tersebut dikenal powerfull.

Seperti apa yang dilakukannya Sabtu lalu (2/2). Dia menjajal rute Karismatik Cycling Community (KCC) 2019. Tak hanya finis di Telaga Sarangan, ditemani Siti Mahmudah, rekannya asal Kediri; Rudy Rustanto (Cepu), dan Agus Haryanto (Kota Madiun), mereka berlanjut nanjak ke Cemoro Sewu, Magetan. Maudy berhasil sampai Cemoro Sewu dengan sepeda Cannondale Supersixevo Hi Mod miliknya. Waktu tempuhnya mencapai 4 jam 41 menit. Itu pergi pulang. Dari Madiun–Cemoro Sewu, lalu balik lagi ke Madiun. ‘’Rutenya menarik, tanjakannya asyik. Udaranya juga segar,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (3/2).

Baginya, bersepeda bukan sekadar hobi. Melainkan sebagai kebutuhan. Hampir setiap pekan dia menyempatkan diri gowes. Bersepeda membuat tubuh ibu dua anak itu terlihat prima. Tidak gampang sakit-sakitan. ‘’Bersepeda adalah olahraga sejuta umat. Semua bisa melakukan,’’ ujarnya.

Maudy sempat memberikan sedikit tip bagi pesepeda pemula. Terutama mereka yang hendak berpartisipasi pada ajang Jawa Pos Radar Madiun Karismatik Cycling Community (KCC), 9 Maret mendatang. ‘’Yang penting banyak berlatih. Menjaga endurance (daya tahan, Red),’’ tutur istri Rudy Gandoyo itu. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here