Pacitan

Curah Hujan di Wilayah Barat Pacitan Mulai Minim

PACITAN – Suara kumbang ngengat berdengung. Cuaca panas dan minim curah hujan beberapa hari terakhir jadi pertanda musim kemarau tiba di Pacitan. Memasuki april badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat mencatat beberapa wilayah mulai minim hujan. ‘’Sudah ada yang masuk kemarau. Tapi sebagian masih ada hujan. Jadi belum merata,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono kemarin (12/4).

Beberapa wilayah barat, seperti Donorojo, Punung, serta Pringkuku, lanjut dia, memasuki musim kemarau lebih awal. Sedangkan wilayah utara, seperti Bandar, Nawangan, Arjosari, hingga Tegalombo masih kerap diguyur hujan. Perbedaan tersebut lantaran cuaca yang kerap berubah-ubah. Pun kondisi tanah di wilayah barat memang tergolong sulit menyimpan air. ‘’Di wilayah timur hujan juga tak merata dan durasinya sebentar,’’ ujarnya.

Berkaca dari musim kemarau sebelumnya, kekeringan terjadi hampir merata di 12 kecamatan. Bahkan, lebih dari 40 desa mengajukan permintaan droping air bersih. ‘’Data tahun lalu akan kami jadikan pijakan untuk memantau kerawanan air bersih dan kami masukkan zona merah kekeringan,’’ terangnya.

Musim kemarau tahun ini dikhawatirkan bakal lebih parah dari sebelumnya. Mengingat sejak beberapa pekan terakhir curah hujan sudah minim. Puncaknya diperkirakan bakal terjadi Juli hingga Agustus mendatang. ‘’Kami sudah siapkan armada untuk mengirim air bersih jika dibutuhkan,’’ jelasnya.

Mengantisipasi kekeringan menahun tersebut, Pujono berharap warga sudi mereboisasi daerahnya masing-masing. Pasalnya, penanaman kembali hutan yang gundul merupakan cara jitu untuk menyimpan cadangan air. Pun menjaga sumber mata air yang ada. ‘’Dua tahun terakhir kekeringan di Pacitan semakin parah, semoga dengan penghijauan akan berkurang,’’ ucapnya. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close