Cuaca Tak Bersahabat, Wisatawan Sarangan Merosot Drastis

101

MAGETAN – Kawasan wisata Sarangan tampak lengang kemarin (1/1). Padahal, pada momen tahun baru sebelumnya, kawasan wisata telaga pasir itu bak lautan manusia. Para pengunjung berdesak–desakan mengelilingi telaga. Mereka juga antre untuk bisa naik speed boat dan kuda. Namun, tidak pada tahun babi tanah ini. ’’Jumlah pengunjung memang tidak seperti tahun sebelumnya. Terjadi penurunan,’’ kata Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Hadi Sumarno.

Dua hari terakhir, yakni pada 31 Desember dan 1 Januari, jumlah pengunjung rata–rata hanya mencapai 8.000 wisatawan per hari. Padahal, tahun sebelumnya -pada tanggal yang sama- jumlah pengunjung mencapai 10 ribu per hari. Penurunan itu sangat drastis. Tak biasanya jumlah kunjungan menurun pada momen pergantian tahun seperti tahun ini. ‘’Biasanya dua hari itu menjadi puncak kunjungan. Tapi, tahun ini agak beda,’’ ujarnya.

Menurut Hadi, ada dua faktor yang menjadi penyebab turunnya jumlah wisawatan tersebut. Pertama, cuaca yang tidak bersahabat. Sejak lima hari lalu selalu diguyur hujan. Tak hanya hujan deras, namun juga disertai angin kencang. Jelas itu membuat wisatawan yang ingin menghabiskan momen pergantian tahun mengurungkan niatnya. ‘’Apalagi, lokasi wisata Sarangan di atas. Mereka menjadi takut,’’ sebutnya.

Faktor lainnya, libur sekolah yang sudah terlalu lama. Sejak 17 Desember lalu, para pelajar sudah memasuki musim liburan. Sehingga, pelajar yang mendominasi kunjungan itu menjadi menurun jumlahnya. Sebab, pada hari-hari sebelumnya, mereka sudah mengunjungi kawasan wisata telaga Sarangan terlebih dahulu. ’’Sudah terlalu lama libur. Mungkin tahun baru kali ini banyak yang ingin di rumah saja,’’ tuturnya.

Seakan berjodoh, objek wisata Telaga Wahyu juga sepi pengunjung. Jumlah wisatawan yang mampir ke Telaga Wahyu setiap harinya tak mencapai 1.000 pengunjung. Padahal, tahun sebelumnya jumlahnya lumayan, yakni dua kali lipat dibandingkan tahun ini. Yakni, sebanyak 2.000 pengunjung. ‘’Untuk Telaga Wahyu memang belum setenar Sarangan. Jadi, wajar jika pengunjungnya selalu lebih sedikit dari Sarangan,’’ bebernya.

Kendati jumlah kunjungan menurun drastis, namun Hadi memastikan tidak berdampak pada perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini, Disparbud Magetan ditarget menyetor upeti ke kas daerah (kasda) sebesar Rp 13 miliar. Target itu sudah terpenuhi sebelum tutup tahun. Hanya dari retribusi, belum termasuk pajak. ’’Kunjungan menurun, tapi tidak berdampak pada PAD,’’ terangnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra membenarkan kondisi cuaca belakangan ini tidak mendukung. Di wilayah Plaosan, hujan selalu disertai angin kencang. Namun, itu bukan badai seperti yang ditakutkan warga. Itu terbilang wajar, karena masih peralihan dari musim kemarau ke penghujan. ’’Siklus tahunan,’’ katanya.

Fery menambahkan, intensitas hujan yang akan mengguyur kawasan wisata tersebut masih dalam taraf sedang. Namun, sewaktu–waktu bisa menjadi tinggi. Sebab, puncaknya memang diprediksi pada Januari hingga Februari mendatang. Selain berpotensi angin, hujan dengan intensitas tinggi bakal mengakibatkan tanah longsor. Mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah atas. ‘’Bukan hanya wisatawan yang harus berhati-hati, semua warga yang beraktivitas di luar ruangan harus waspada,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here