Pacitan

Cuaca Ekstrem, BPBD Pacitan Ingatkan Nelayan Waspada

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Warga Pacitan beberapa hari terakhir harus merasakan suhu panas mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi itu tidak terlepas dari musim pancaroba. Sesuai rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peralihan musim kali ini diwarnai cuaca ekstrem.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati menyebut, kecepatan angin di Pacitan juga cenderung meningkat. Jika biasanya hanya sekitar 10 kilometer per jam, belakangan mencapai 19 kilometer per jam.

Pun, angin kencang sempat singgah di kawasan alun-alun Pacitan. ‘’Seperti badai yang terjadi di Batu, tapi ini skalanya kecil sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan,’’ ujar Dianita kamis (24/10).

Hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya angin puting beliung di wilayah Pacitan. Namun, Dianita mengakui potensi itu ada, terutama di wilayah dataran rendah.  ‘’Titik persisnya di mana tidak bisa diprediksi. Waspada saja,’’ tuturnya.

Peningkatan kecepatan angin, lanjut dia, memiliki efek domino. Gelombang laut meninggi. Jika biasanya hanya 1,5 meter hingga 3 meter, saat ini mencapai 4 hingga 6 meter. ‘’Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri melaut,’’ imbaunya.

Untuk kewaspadaan dini warga yang biasa beraktivitas di pesisir selatan Pacitan khususnya nelayan, pihaknya rutin menyebarkan rilis prakiraan cuaca dari BMKG. Dalam sehari, rilis bisa disampaikan hingga empat kali. ‘’Kapan persisnya cuaca ekstrem berakhir tidak bisa diprediksi juga,’’ pungkasnya. (odi/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close