Cuaca Buruk, Target Hasil Tangkapan Ikan Meleset

166

PACITAN – Cuaca tidak bersahabat yang acap terjadi di perairan laut Pacitan berdampak pada hasil tangkapan ikan para nelayan. Catatan Dinas Perikanan Pacitan, hingga Desember ini target tangkapan 2018 belum terpenuhi. Padahal pergantian tahun tinggal menghitung hari. ‘’Masih kurang, banyak faktor yang memengaruhi. Salah satunya cuaca,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Perikanan Pacitan  Bambang Marhaendrawan kemarin (28/12).

Bambang menyebut target tangkapan ikan 2018 sebanyak 11.500 ton. Namun, hingga saat ini baru mencapai 10.800 ton. Tahun lalu, mencapai 11.200 ton dari target 11.000 ton. Sulitnya mencapai target tersebut tak lepas dari faktor cuaca buruk di Samudra Indonesia. Badai dan gelombang tinggi kerap datang tak kenal hari. ‘’Kadang dalam seminggu bisa gelombang tinggi terus. Jadi sulit nangkap ikannya,’’ ujarnya.

Dampak lainnya, jumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan Tamperan juga ikut berkurang. Biasanya pada musim ikan layur, tuna, dan cakalang, pelabuhan yang juga tempat pelelangan ikan ini dipenuhi kapal andon dari berbagai daerah. Tahun ini, pelabuhan tampak lengang. ‘’Faktor itu juga memengaruhi jumlah tangkapan karena produksi kita juga berasal dari nelayan luar yang melaut di Pacitan,’’ terangnya.

Tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, jenis ikan seperti tuna, cakalang, dan layur mendominasi hasil tangkapan. Sedangkan makanan olahan berbahan ikan paling tinggi dari tuna. Antara lain tahu tuna. Untuk produk makanan olahan dijual di Pacitan dan daerah sekitarnya. Sedangkan ikan mentah juga diekspor. ‘’Cakalang misalnya, dikirim ke Jepang,’’ ujarnya sembari menyebut eksporternya di Surabaya, Jakarta, dan Bali.

Pihaknya tak dapat mendorong para nelayan meningkatkan jumlah tangkapan. Pasalnya, hal tersebut bergantung semangat bahari para nelayan. Meski sebagian telah menjadi peserta asuransi nelayan, namun potensi kecelakaan laut yang tinggi kerap membayangi nelayan mengangkat jangkar. ‘’Tentu kami dukung, tapi kalau melaut tak bisa dipaksa,’’ kata Bambang. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here