Cuaca Buruk, Sudah Tiga Pekan Nelayan Berdiam di Pelabuhan

187

PACITAN  – Awal 2019 bukan hari baik bagi para nelayan di Pacitan. Pasalnya, cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi terus menghantui para pelaut. Hingga hampir 20 hari terakhir mereka hanya berdiam diri di pelabuhan. ‘’Baru hari ini (kemarin, Red) kapal besar ada yang nekat melaut,’’ kata Murjihat, salah seorang nelayan di Pantai Teleng, kemarin (20/1).

Cuaca tidak bersahabat di tengah samudra jadi kendala para nelayan enggan mencari ikan. Dalam beberapa pekan terakhir gelombang mencapai 2,5 hingga empat meter menghadang. Bahkan, mereka yang nekat berlayar hanya terombang-ambing di lautan dan memilih balik ke daratan. ‘’Sekitar tiga hari lalu ada yang nekat berangkat, tapi hanya sebentar lalu kembali lagi,’’ ujarnya.

Menurut Murjihat, tak hanya membahayakan nyawa, gelombang tinggi juga mengancam kapal. Pasalnya, empasannya mampu merusak lambung maupun mesin. Jika mesin kapal yang rusak bakal membahayakan nyawa anak buah kapal dan terombang-ambing di laut tanpa pertolongan. ‘’Sekitar dua pekan lalu, juga ada nelayan kecil sudah ke tengah laut tapi kapalnya rusak, empat hari baru bisa balik,’’ ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi selama rehat melaut, lanjut Murjihat, tak sedikit para nelayan banting setir jadi kuli panggul. Meski hasilnya tak seberapa, namun lantaran minim keahlian mereka memilih pekerjaan kasar ketimbang nganggur di rumah. Sedangkan nelayan yang memiliki kapal kecil masih bisa menjaring ikan di sekitar Pelabuhan Tamperan. ‘’Banyak juga yang nganggur, tapi beberapa hari ini ombaknya diprediksi landai, jadi banyak yang kembali melaut,’’ jelasnya.

Sulitnya mendapat ikan tak hanya dirasakan para nelayan. Winarsih, seorang pedagang ikan di Pelabuhan Tamperan, hampir beberapa pekan ini tak mendapatkan ikan untuk dijual. Bahkan, sejak tahun baru lalu dia memilih tinggal di rumah. ‘’Barangnya langka. Tahun baru lalu teman saya jual ikan banyar Rp 35 ribu per kilogram. Padahal biasanya Rp 20 ribu, itu pun habis laku semua,’’ katanya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati membenarkan cuaca buruk bakal berlalu beberapa hari ke depan. Meski pihaknya mencatat kondisi gelombang mulai bersahabat, namun tetap mengimbau para nelayan tetap waspada. Pasalnya, kondisi cuaca kerap berubah sewaktu-waktu. ‘’Utamakan keselamatan, jika mendapati gelombang tinggi lebih baik segera kembali dan batalkan melaut,’’ sarannya.  (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here