CPNS Magetan: Honorer K-2 Hanya Dijatah 14 Personel

1061

MAGETAN – Ratusan pegawai tidak tetap dan guru tidak tetap (GTT-PTT) alias tenaga honorer kategori dua (K-2) di Magetan dipastikan bakal gigit jari. Sebab, dari total 435 hanya dijatah 14 personel dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. ‘’Ada prioritas khusus untuk honorer K-2 tapi tidak semua,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Bambang Trianto (BT), Senin (17/9).

Itu pun, lanjut BT, harus jenjang pendidikan strata-1 (S-1) sebelum November 2013. Terutama, mereka yang berada di lingkup dinas pendidikan (dindik). Sementara, tenaga honorer itu tersebar di lingkup dinas kesehatan (dinkes) dan kantor kelurahan.

Pun usia maksimal untuk dapat mengikuti seleksi CPNS 35 tahun. Sedangkan mayoritas GTT dari K-2 sudah berusia kepala empat. BT menyebut aturan UU 35/2014 tentang Aparatur Sipil Negara itu tidak bisa dilangkahi. Sehingga, ini jadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Magetan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer. ‘’Itu sedang kami perjuangkan,’’ ujarnya.

BT mengatakan sebisa mungkin GTT-PTT yang tidak bisa mengikuti seleksi CPNS bakal diakomodasi menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun, konsekuensi harus ditanggung pemkab. Sehingga, alokasi belanja pegawai bakal membengkak. Sebab, gaji PPPK minimal setara upah minimum kabupaten (UMK) Magetan yakni Rp 1,5 juta. Sedangkan gaji tenaga honorer saat ini setengahnya. ‘’Akan kami alokasikan sambil menunggu aturan yang baru. Mudah-mudahan bisa menjadi PPPK,’’ harapnya.

Dalam rekrutmen CPNS 2018 ini, Pemkab Magetan mendapat kuota 370 kursi. Itu terkoreksi 15 kursi dari yang diajukan pemkab sebelumnya 385 kursi. Angka itu sesuai jumlah PNS yang pensiun tahun ini. Sehingga, penerimaan CPNS tahun ini tidak akan berpengaruh terhadap kekurangan PNS Pemkab Magetan sejak 2014 silam. ‘’Itu kuota yang diberikan pemerintah pusat. Kami yang di daerah menjalankan saja,’’ ungkapnya.

Dari formasi yang ada, guru sekolah dasar mendominasi dengan 165 kursi. Termasuk di antaranya dua orang dari kalangan disabilitas. Kemudian 122 tenaga kesehatan dari jalur umum. Sedangkan untuk cum laude ada tiga tenaga kesehatan dan empat tenaga teknis dari 51 personel yang dibutuhkan. (bel/c1/sat)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here