CPNS Kota Madiun: Puluhan Pelamar Didiskualifikasi

232

MADIUN – Tak semua peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) serius mendaftar CPNS. Buktinya, tingkat kehadiran peserta selama tiga hari terakhir hanya 80 persen di tiap sesi. BKD memastikan peserta yang tidak hadir SKD langsung didiskualifikasi dari tahapan seleksi CPNS.

’’Jumlahnya tidak pasti. Setiap sesinya berkisar sembilan atau sepuluh orang (yang tidak hadir) dari jumlah 190 peserta per sesi,’’ kata Kepala BKD Haris Rahmanudin kemarin (28/10).

SKD CPNS Pemkot Madiun diikuti 3.054 peserta. Dibagi dalam tiga hari. Hari pertama Jumat lalu (26/10), SKD untuk pemkot digelar dalam lima sesi. Total peserta yang diundang SKD hari pertama berjumlah 950 orang.

Namun, mulai Sabtu (27/10) hingga kemarin, panitia seleksi daerah (panselda) menambah sesi menjadi enam kali dalam sehari. Hingga, total peserta yang diundang SKD selama dua hari kemarin berjumlah 1.140 orang. Senyatanya, hanya 80 persen per sesi yang mendatangi Wisma Haji.

’’Untuk yang tidak hadir, dipastikan didiskualifikasi. Mereka tidak bisa mengikuti sesi lain karena sesinya sudah ditentukan,’’ ujarnya.

Haris mengklaim, hingga siang kemarin tidak ada lagi gangguan dalam penyelenggaraan SKD. Satu-satunya gangguan terjadi pada Jumat lalu. Kala itu, peserta SKD tidak bisa menginput PIN mereka lantaran server yang dikontrol pusat terkendala.

Pun, Haris menyebut gangguan itu tidak hanya dialami Kota Madiun. Namun, juga di banyak daerah lain. ’’Server yang mengalami gangguan itu di Jakarta. Semua daerah terlambat,’’ ungkapnya.

Lanjut Haris, peserta yang lolos passing grade SKD belum tentu bisa lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB). Ketentuannya, maksimal tiga kali jumlah lowongan yang tersedia.

Haris memberi contoh, jika terdapat tiga lowongan untuk satu formasi jabatan, maka maksimal peserta yang boleh mengikuti SKB berjumlah sembilan orang. Terkait siapa saja yang lolos mengikuti SKB, akan diumumkan lebih lanjut oleh BKD. ‘’Untuk hasil SKD, bisa langsung diketahui. Tapi, siapa yang kemudian lolos SKB, akan diumumkan,’’ terangnya.

‘’Yang jelas, SKB segera digelar bulan November, karena Desember sudah ditargetkan pemberkasan dan Januari 2019 CPNS mulai bekerja,’’ jelas Haris. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here