CPNS Kota Madiun: Pelamar Diprediksi Tembus 4 Ribu

231

MADIUN – Formasi CPNS Pemkot Madiun banjir peminat. Memasuki hari ketujuh pendaftaran CPNS (4/10), sudah ada 558 pelamar yang mendaftarkan diri. Posisi guru dan tenaga medis paling banyak diminati. Sementara posisi bagi penyandang disabilitas belum didaftar seorang pun pelamar. ’’Angka ini terus bergerak, kami estimasikan empat ribu pelamar untuk Pemkot Madiun,’’ kata Kepala BKD Haris Rahmanudin.

Haris menerima data jumlah pelamar itu kemarin sekitar pukul 10.00. Dia memastikan angkanya akan terus bertambah seiring pendaftaran yang dibuka terus selama 24 jam. Pun, pemerintah memutuskan memperpanjang waktu pendaftaran. Dari seharusnya berakhir 11 Oktober, diperpanjang hingga 15 Oktober mendatang. ’’Dibuka terus-menerus, selama 24 jam sampai 15 Oktober,’’ ujarnya.

Jawa Pos Radar Madiun memantau situs resmi Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) BKN kemarin. Sejumlah lowongan di pemkot rupanya diminati. Terlaris, jabatan guru Bahasa Indonesia Ahli Pertama di SMPN 4. Hanya dibutuhkan satu orang, jumlah pelamar tembus 25 orang.

Guru Pendidikan Agama Islam Ahli Pertama di SDN Kelun juga laris manis. Hanya satu posisi, namun didaftar sampai 13 orang. Posisi tenaga kesehatan pun demikian. Satu posisi Bidan Terampil di Puskesmas Manguharjo, misalnya, didaftar oleh 12 orang. ’’Masih banyak pelamar yang memproses pendaftarannya di SSCN. Kami terus verifikasi angka pastinya berapa (jumlah pelamar CPNS pemkot, Red) melalui aplikasi yang kami jalankan,’’ terang Haris.

Kendati posisi tenaga pendidik dan kesehatan diminati, namun sebarannya tidak merata. Haris menuturkan, masih ada lowongan guru di sejumlah sekolah yang nyatanya belum didaftar. Atau, hanya didaftar oleh satu atau dua orang. Demikian halnya dengan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas. Satu lowongan Pranata Komputer Terampil khusus penyandang disabilitas di bapenda hingga kemarin masih nol pendaftar. ’’Sementara untuk formasi cum laude sudah terisi pelamar,’’ sebutnya.

Menurut Haris, angka 558 pelamar sampai pagi kemarin masih belum sesuai ekspektasi. Rupanya, pemkot menargetkan minimal 4.000 pelamar mendaftar CPNS di 174 formasi yang ada. Wajar, mengingat pemkot menawarkan satu hal positif yang telah ditetapkan di pemerintahan. Yakni, sistem remunerasi. Melalui sistem tersebut, aparatur sipil negara (ASN) menerima upahnya secara fair sesuai kinerja mereka setiap hari. Dasar hukumnya pun jelas.

Pemkot juga terus mempersiapkan diri menyambut gelombang peserta seleksi kompetensi dasar (SKD). Seiring penunjukan Wisma Haji oleh panitia seleksi nasional (panselnas) CPNS sebagai venue seleksi tersebut. Penjabat Sekda Rusdiyanto mengatakan, saat ini pihaknya mempersiapkan sejumlah sarpras pendukung yang dibutuhkan. Seperti metal detector untuk mencegah peserta berbuat curang, toilet mobile, barcode scanner untuk mengidentifikasi identitas para peserta CPNS, hingga urusan logistik.

’’Sementara untuk sarpras primer seperti komputer, disediakan oleh BKN. Daerah hanya mempersiapkan sarpras pendukung,’’ jelasnya.

SKD bakal diselenggarakan secara bergelombang. Dalam satu hari, diestimasikan maksimal peserta CPNS yang bisa mengikuti SKD adalah 1.500 orang. Jika pemkot memperkirakan jumlah pelamar CPNS mencapai 4.000, maka kemungkinan menyedot waktu tiga hingga empat hari penyelenggaraan. ’’Berikutnya, CPNS untuk lima daerah lain di eks Karesidenan Madiun. Nanti setiap pemerintah daerah menangani kebutuhan untuk pelamar masing-masing,’’ terangnya. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here