CPNSMadiun

CPNS 2018: Server Error, Tes SKD Molor

MADIUN – Catatan terus mewarnai seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Wisma Haji. Kemarin (26/10) server yang digunakan untuk penginputan PIN para peserta mengalami gangguan. Imbasnya, pelaksanaan perdana SKD CPNS molor satu jam. Dampak gangguan tak hanya membuat sesi pertama terlambat. Kelima sesi mengalami hal serupa. ’’Mundur satu jam karena gangguan di server pusat,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto.

Rusdiyanto yang juga ketua Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS untuk Pemkot Madiun mengklaim gangguan kemarin cepat teratasi. Dalam hitungan satu jam, server pusat yang dikendalikan oleh panitia seleksi nasional (panselnas) kembali berfungsi normal. Pun, Rusdiyanto mengklaim keterlambatan tidak terlalu menghambat para peserta. Dia mengklaim peserta ’’hanya’’ menunggu selama 1,5 jam. ’’Peserta tetap tidak boleh masuk ruangan SKD terlebih dahulu. Tetap harus menunggu di ruang tunggu yang kami sediakan,’’ ujarnya.

Molornya pelaksanaan selama satu jam berimbas panjang. Rusdiyanto memastikan tidak ada pengurangan sesi. Kemarin panselda tetap menggelar SKD sebanyak lima sesi. Masing-masing sesi diikuti 190 peserta dengan durasi waktu 90 menit. Selain karena server yang mengalami gangguan, pelaksanaan SKD kemarin juga bertepatan dengan ibadah salat Jumat. Alhasil, sesi dua yang sedianya dimulai pukul 10.30 harus diundur hingga pukul 12.30. ‘’Tetap kami gelar lima sesi. Tapi waktunya mundur semua,’’ terang Rusdiyanto.

Di samping keterlambatan pelaksanaan, Rusdiyanto membeber catatan lain dalam pelaksanaan SKD hari pertama kemarin. Yakni, adanya peserta yang tidak menghadiri panggilan mengikuti SKD. Totalnya ada 25 peserta. Rusdiyanto memastikan mereka tidak mendapat toleransi mengikuti SKD susulan. Tidak hadir, kata dia, artinya dicoret. ’’Dinyatakan gugur langsung. Tidak bisa menyusul melalui sesi lain. Karena jadwalnya sudah kami tentukan dan umumkan sebelumnya,’’ tegasnya.

Gangguan pada server untuk penginputan PIN peserta disikapi peserta. Teguh Joko Sungkono, misalnya. Pelamar lowongan Guru Bimbingan Konseling (BK) itu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gangguan tersebut. Dia bahkan menyebut gangguan itu membuat dia sempat grogi. ’’Untungnya bisa segera diatasi dan berjalan lancar. Tadi grogi juga karena mengikuti SKD butuh mental yang kuat,’’ katanya.

Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin memastikan tidak ada kendala pasca gangguan server PIN pada sesi pertama kemarin kelar ditangani pusat. Menurut Haris, dari penuturan BKN yang disampaikan padanya, penyelenggaraan SKD di Wisma Haji diklaim lebih baik dibanding daerah lain. Pasalnya, ada sejumlah daerah yang bahkan perangkat laptop pesertanya mengalami gangguan. Sehingga, pengerjaan SKD para peserta pun terhambat.

’’Di beberapa daerah perangkat komputernya belum bisa terpasang sampai pelaksanaan SKD dimulai,’’ klaim Haris sembari menyebut SKD untuk 174 lowongan Pemkot Madiun digelar hingga Minggu esok (28/10). Sementara, total peserta berjumlah 3.054 orang.

Haris mengingatkan seluruh peserta SKD untuk memperhatikan betul nilai ambang batas SKD. Kali ini, pemerintah menetapkan nilai ambang batas yang harus dilalui para peserta jika mereka ingin lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB). Meliputi skor 143 untuk tes karakteristik pribadi (TKP), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU), serta 75 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK). ’’Semua bagian harus melalui ambang batas. Walaupun total nilai tinggi, tapi salah satu di bawah ambang batas, maka tidak lulus,’’ terangnya. (naz/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close