CPNS 2018: Lokasi dan Jadwal SKB Masih Gelap

86

NGAWI – Peserta tes CPNS Ngawi harus lebih bersabar menunggu pengumuman seleksi kompetensi bidang (SKB). Pasalnya, meski peserta yang lulus seleksi kompetensi dasar (SKD) diumumkan hari ini, lokasi dan waktu pelaksanaannya belum jelas. ‘’Masih menunggu informasi lebih lanjut dari BKN (Badan Kepegawaian Negara, Red),’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi Yulianto Kusprasetyo kemarin (3/12).

Sejatinya, kata Yulianto, informasi mengenai waktu dan lokasi SKB sudah disampaikan dalam rapat di Kantor Regional (Kanreg) II BKN Jawa Timur kemarin. Kemungkinan besar pelaksanaan SKB CPNS Ngawi bakal digelar di Kediri. Namun, informasinya hingga 15 Desember mendatang tempat yang sedianya digunakan untuk seleksi masih dipakai kegiatan lain. ‘’Sekarang nunggu keputusan BKN, antara dipindahkan ke gedung lainnya atau mengubah jadwal,’’ ujarnya.

Kabar yang diterima Yulianto, pihak BKN berencana memindahkan lokasi pelaksanaan SKB CPNS Ngawi dan sejumlah daerah lain ke Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri. Tapi, itu pun belum final. Karena itu, pihaknya berharap hasil SKB diumumkan terlebih dulu agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk persiapan. ‘’Tempat dan waktunya diumumkan menyusul,’’ ucapnya.

Dia menyebut, panselnas memastikan pelaksanaan SKB, khususnya yang menggelar secara mandiri, sudah bisa dimulai pada 6 Desember mendatang. Sedangkan yang pelaksanaannya cost sharing dengan BKN akan diatur sesuai penjadwalannya. ‘’Kebetulan Ngawi kan pelaksanaannya cost sharing, bukan mandiri,’’ tuturnya.

Dari hasil rapat di Kanreg II BKN Jatim kemarin, kata dia, diketahui sebanyak tujuh daerah di Jatim menggelar SKB secara mandiri. Yakni, Sidoarjo, Surabaya, Lumajang, Banyuwangi, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang. Sedangkan lainnya menggunakan sistem cost sharing BKN yang akan digelar di tiga daerah. Yakni, Surabaya, Jember, dan Kediri.

Yulianto menyebut, sebanyak 870 peserta yang bakal mengikuti SKB CPNS. Jumlah tersebut merupakan hasil SKD CPNS setelah ditambah peserta dari hasil perangkingan. Sedangkan tenaga honorer kategori dua (THKD-2), ada 26 peserta yang dipastikan lulus SKD dan bersiap untuk pemberkasan. ‘’Selengkapnya akan kami umumkan besok (hari ini, Red),’’ janjinya.

Ditanya soal diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Yulianto enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyebut, setelah terbit PP masih butuh proses yang panjang hingga bisa dilaksanakan. Mulai penerbitan peraturan menteri (permen) hingga aturan lain yang mengatur teknisnya. ‘’Intinya kami ingin fokus dulu ke seleksi CPNS,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here