CPNS 2018: 15 CCTV Disebar di Wisma Haji

268

MADIUN – Kebutuhan sarana prasarana (sarpras) pendukung seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Wisma Haji meningkat. Sejumlah sarpas dirasa perlu ditambah mengantisipasi berbagai kondisi yang bisa saja terjadi selama pelaksanaan SKD mulai 26 Oktober hingga 17 November mendatang. ’’Salah satu yang perlu ditambah CCTV (closed circuit television, Red),’’ kata Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintahan Elektronik Diskominfo Noor Aflah kemarin (23/10).

Sedianya 13 unit CCTV dipasang di sejumlah penjuru aula utama Wisma Haji, tempat SKD dilangsungkan. Rupanya kurang. Melihat lokasi yang cukup luas, Aflah menyebut ada penambahan dua unit hingga total 15 CCTV tersebar. Sebab, instruksi BKN, CCTV harus bisa mengawasi seluruh tahapan yang dilalui peserta SKD. ’’Permintaan BKN, dari proses peserta masuk aula, verifikasi identitas pendaftaran, menunggu giliran, sampai menjawab tes dan keluar ruangan, harus ada dokumentasinya,’’ ujarnya.

Menurut Aflah, penambahan CCTV dimaksudkan sebagai upaya preventif. Sebab, diakuinya banyak kekhawatiran akan terjadinya praktik kecurangan menyelimuti SKD CPNS. Pun, kecurangan itu bisa saja terjadi dalam berbagai bentuk. Apalagi, baru kali ini selama delapan tahun terakhir daerah menggelar seleksi CPNS. ’’Dikhawatirkan terjadi kecurangan yang bentuknya bisa bermacam-macam. Jadi, semua tahapan harus ter-cover,’’ tuturnya.

Di samping menambah CCTV, pemkot juga menambah kuantitas maupun kapasitas sejumlah sarpras. Salah satunya uninterruptible power supply atau UPS. BKN mensyaratkan UPS dengan kapasitas 1.500 VA. Pemkot menyediakan UPS dengan kapasitas 6.000 VA. Pun dengan jaringan internet. Aflah menyebut pihaknya menyediakan jaringan dengan kapasitas bandwidth empat kali lipat lebih besar dari yang dipersyaratkan BKN.

’’Dan itu khusus untuk SKD. Kami juga sediakan jaringan internet tersendiri untuk akses lain di luar ruangan tes,’’ papar Aflah sembari menyebut pihaknya juga menyediakan delapan unit barcode scanner dan laptop serta dua unit televisi 59 inci untuk mengumumkan hasil SKD peserta.

Sementara, sarpas utama seperti perangkat komputer akan di-handle langsung oleh BKN. Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin mengatakan, BKN akan menyiapkan 400 unit perangkat komputer untuk SKD enam daerah di Wisma Haji. Rencananya SKD akan digelar lima sif per hari dengan estimasi peserta 2.000 orang setiap harinya. ’’Dengan jumlah peserta sebanyak 3.051 orang, diperkirakan SKD untuk CPNS Pemkot Madiun bisa selesai dalam waktu dua hari,’’ terangnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here