Magetan

Covid-19 Tulari Relawan GTPP Magetan, Seluruh Personel di Posko Di-Swab

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Covid-19 menyebar ke tubuh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan. RZK, 26, seorang relawan yang biasa beraktivitas di posko GTPP, terkonfirmasi positif korona.

Pasien ke-97 asal Plaosan itu diduga tertular dari sang ibu yang merupakan pasien ke-96. Perempuan yang dinyatakan positif 24 Juni lalu itu terindikasi juga menulari lima anggota keluarga lain. ‘’Total enam anggota keluarga tertular,’’ kata Ferry Yoga Saputra, anggota bidang operasi GTPP Magetan, Senin (29/6).

Ferry mengungkapkan, RZK merupakan admin di GTPP. Masuk posko kali terakhir 21 Juni. Izin masuk setengah hari karena menemani ibunya sakit dirawat di RSUD dr Sayidiman. Ketika ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP), RZK mengisolasi seluruh anggota keluarganya. ‘’Ketika 24 Juni hasil swab ibu keluar, anggota keluarga lain di-swab. Tiga hari berselang keluar hasil positif,’’ bebernya.

Hasil itu membuat seluruh personel di posko dites swab. Salah satunya Ferry. Kasi kedaruratan dan logistik badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) itu diketahui menghadiri acara pelantikan sekda, administratur, pengawas, dan kepala sekolah di Pendapa Surya Graha Jumat (26/6). ‘’Saya melakukan isolasi menunggu hasil swab keluar Jumat nanti (2/7),’’ ujarnya.

Sementara, lima pasien keluarga RZK merupakan pasien ke-98, ke-99, ke-100, ke-101, dan ke-102. Mereka diminta isolasi mandiri di rumah. Tim medis memantau sekaligus melakukan pelacakan. ‘’Sudah kami lakukan contact tracing dan swab,’’ kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Magetan Saif Muchlissun.

Muchlis menyebut, ada sembilan penambahan pasien positif mulai Minggu hingga kemarin. Total 105 kasus ditangani. Pasien ke-105 asal Kecamatan Barat. Punya riwayat berinteraksi dengan pasien ke-92.

Selain satu keluarga di Plaosan, ada penambahan dari Kecamatan Bendo, Minggu. Pasien ke-103 itu tenaga keamanan salah satu bank di Takeran. Hasil pelacakan, diketahui punya riwayat kontak erat dengan pasien ke-94. Sementara, pasien ke-104 dari Kecamatan Nguntoronadi karyawan pabrik di Gresik. Pulang kampung karena tidak enak badan. ‘’Pasien ke-70 asal Kecamatan Karas dinyatakan sembuh,’’ ujar Muchlis.

Sementara, sejumlah pemuda dihukum karena tidak mengenakan masker di alun-alun Minggu malam (28/6). Pelanggaran itu diketahui saat petugas satpol PP melakukan patroli. ‘’Delapan pemuda kami minta push-up dan menghafal Pancasila,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Chanif menyebut, hukuman itu sebagai shock teraphy. Bukan hanya pelaku, melainkan juga pengunjung lainnya. Pasalnya, setelah melihat penindakan, pengujung lain langsung mengenakan masker. Pihaknya menyayangkan pengabaian protokol kesehatan. ”Padahal sudah ada papan imbauan di beberapa titik di alun alun Magetan,” katanya. (fat/bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close