Copot Spanduk Tolak Ganti Presiden

404

PONOROGO – Bawaslu Ponorogo menyatakan aksi tagar #2019gantipresiden bukan pelanggaran kampanye. Sebab, sesuai UU 7/2018 tentang Pemilu, pelanggaran kampanye terjadi bila KPU telah menetapkan calon peserta pemilu legislatif, termasuk pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Sementara hingga kini belum ada satu pun bakal calon pasangan presiden dan wakil presiden yang ditetapkan KPU. ‘’Tapi, jika aksi (tagar) itu dianggap mengganggu kenyamanan dan kondusivitas bermasyarakat, ada baiknya dilaporkan ke kepolisian,’’ kata Komisoner Divisi Hukum Bawaslu Ponorogo Sulung Muna Rimbawan, Jumat (31/8).

Khusus di Ponorogo, menurut Sulung, belum ditemukan masalah terkait aksi tagar #2019gantipresiden tersebut. Namun, penolakan aksi tersebut sudah bermunculan. Seperti pemasangan spanduk di bundaran Pasar Songgolangit.

Menyikapi hal tersebut, bawaslu berkoordinasi dengan pemkab. Mereka berharap spanduk di bundaran itu dicopot untuk menghindari konflik horizontal. ‘’Kalau memang terkait dengan proses perizinan tentu berkaitan dengan pemkab,’’ ujar Sulung.

Sementara, Kepala Satpol PP Ponorogo Supriadi memastikan spanduk penolakan deklarasi ganti presiden di bundaran Pasar Songgolangit sudah dicopot. Selanjutnya, penertiban serupa bakal dilakukan di perempatan Imam Bonjol dan Tambakbayan.

Hanya, pihaknya tidak tahu pemasangnya. Kendati demikian, tetap ditertibkan karena dianggap mengganggu estetika. Terlebih saat ini Ponorogo tengah menggelar event nasional Grebeg Suro. ‘’Saya tidak tahu siapa yang masang dan yang jelas tidak ada izinnya. Makanya kami tertibkan,’’ katanya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here