Coblosan Ulang Diklaim Tak Ganggu Rekapitulasi

22

PONOROGO – Pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 06 Bancangan, Sambit bakal dilaksanakan Kamis mendatang (25/4). Seluruh logistik dan sosialisasi tengah dipersiapkan KPU setempat. ‘’Ini hasil keputusan setelah Bawaslu menyampaikan temuan di TPS tersebut,’’ kata Ketua KPU Ponorogo Ahmad Fauzi Huda.

Fauzi mengatakan seluruh logistik telah disiapkan dari KPU Jatim. Terdiri dari dua jenis surat suara untuk 292 daftar penerima tetap (DPT), kotak suara, formulir, dan logistik lainnya. Sementara sosialisasi telah disiapkan mulai tingkat kecamatan, hingga desa. ‘’Bersama seluruh pihak yang terkait, mulai tingkat PPK hingga petugas PPS setempat,’’ lanjutnya.

PSU dikhususkan untuk pilihan capres-cawapres dan DPR RI. Itu berdasarkan temuan Bawaslu terhadap empat warga luar Ponorogo yang diijinkan menyoblos di TPS setempat. Tiga warga ber-KTP Situbondo dan satu warga ber-KTP Kalimantan Timur diberikan hak pilih untuk menyoblos Capres-Cawapres dan DPR RI. ‘’Sesuai mekanisme memang telah menyalahi aturan,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan keempatnya dicatat dalam daftar pemilih khusus (DPK). Seharusnya, kata dia, keempatnya dimasukan dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Tentunya sebelumnya keempatnya sudah harus mengantongi formulir A5 atau pindah pilih. ‘’Bersama Bawaslu kemudian membahas dan mengkaji temuan tersebut,’’ sambungnya.

Tidak ingin mengulangi kesalahan, pihaknya bakal membekali petugas tentang aturan pelaksanaan Pemilu. Apalagi di TPS tersebut pernah dilakukan PSU pada Pemilu 2014 lalu. Hanya, PSU Pemilu 2014 dilakukan lantaran petugas tetap menggunakan surat suara yang tertukar dengan daerah lain. ‘’Betul, pernah PSU karena kesalahan surat suara yang tertukar dengan daerah lain pada Pemilu 2014,’’ imbuhnya.

Selain itu, pihaknya memastikan PSU di TPS setempat tidak akan mengganggu proses rekapitulasi yang sedang berlangsung di tingkat kecamatan. Setelah PSU dilaksanakan, hasil perolehan suara bakal dimasukan dalam rekapitulasi susulan. ‘’Kami pastikan PSU tidak akan mengganggu proses rekapitulasi yang sedang berlangsung,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan petugas penyelenggara Pemilu di tingkat bawah dapat mematuhi seluruh aturan tentang pelaksanaan Pemilu. Sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang pada pelaksanaan Pemilu di masa mendatang. ‘’Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan ini sehingga terlaksana pemilu yang damai, lancar, aman, bersih, dan kondusif,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here