Tiada Tangan, Pelukis Difabel Ini Nyoblos dengan Mulut

30

MADIUN – Tinta warna ungu membekas di ujung lengan kiri Agus Yusuf Endang Kresno Raden. Tanda bukti telah menggunakan hak politiknya dalam Pemilu 2019 kemarin (17/4). Perlakuan itu dikhususkan untuk penyandang disabilitas yang tidak memiliki jari kelingking seperti pelukis asal Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, tersebut. ‘’Saya memasukkan ke bak tinta yang disodorkan ke petugas,’’ kata Agus usai mencoblos di TPS 08 desa tempat tinggalnya.

Agus tiba di TPS bersama istrinya sekitar pukul 11.30 dengan mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasi. Surat undangan di saku kemeja dikeluarkan istrinya dan diserahkan ke petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Gilirannya mencoblos datang setelah menunggu setengah jam berselang. Lima jenis surat suara dijepit dengan ujung kedua lengannya yang pendek bersamaan menuju bilik suara. Petugas KPPS lantas membantu membuka dan menutup masing-masing surat suara itu. Agus lantas mencoblos calon pilihannya menggunakan paku yang dijepit di mulut. ‘’Petugas yang memasukkan surat suara ke kotak suara,’’ ujarnya.

Agus hampir tidak pernah melewatkan momen pemilu pasca orde baru. Pelukis terdaftar asosiasi Vereinigung der Mund-und Fussmalenden Kunstler in aller welt (VDMFK) ini menilai keterbatasan fisik bukan jadi alasan untuk golput atau tidak menyumbangkan suaranya. Apalagi,  ada petugas TPS yang memberikan bantuan. Komisi pemilihan umum (KPU) juga telah menyosialisasikan tata cara memilih untuk difabel. ‘’Tidak ada yang sulit,’’ ucapnya.

Dia berharap siapapun pemimpin yang terpilih kelak bisa amanah dan memperhatikan rakyat. Termasuk atensi bagi para pelukis difabel. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here