Fungsi di Pahlawan Bergeser, CFD Pindah ke Mastrip

1384

MADIUN – Problem car free day di Kota Karismatik mulai menemukan titik terang. Pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pebisnis, perwakilan Gereja Santo Cornelius, dan PKL. Hasilnya sepakat memindahkan lokasi CFD. ’’Tujuannya memecah pusat keramaian yang lain, di Jalan Pahlawan sudah sering,’’ kata Kepala Disparbudpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo, Jumat (11/1).

Kata dia, ada persoalan yang mencuat di Jalan Pahlawan sehingga fungsinya bergeser. Jumlah pedagang kaki lima (PKL) overload. Jumlahnya mencapai 900 orang! Selain itu, mengganggu jemaat yang melakukan kebaktian di Gereja Santo Cornelius. ’’Di situ juga ada kawasan perhotelan,’’ ujarnya.

Agus menegaskan, sudah disepakati pemindahan lokasi anyar di kawasan Jalan Mastrip hingga Jalan PB Soedirman. Kawasan itu dianggap representatif. Sebab, jalan cukup lebar dengan median jalan. Sehingga bisa dimanfaatkan satu sisi khusus untuk CFD. Selain itu, dekat dengan fasilitas olahraga, seperti stadion, GOR Wilis, Lapangan Gulun, dan lainnya. ’’Terinspirasi Jalan Ijen di Kota Malang, juga dua sisi seperti itu,’’ tuturnya.

Rencananya, CFD tidak hanya terpusat di kawasan tersebut. Tidak menutup kemungkinan keberadaan PKL meluas hingga Jalan Abdurahman Saleh. Selain  memindah lokasi, jam CFD bakal ditambah. Jika biasanya 06.00 sampai dengan 08.00, bakal diperpanjang dua jam. ’’Tutupnya jam 10.00, memberikan kesempatan pedagang jualan agak lama. Di Malang juga begitu, tutup jam 10.00,’’  terangnya.

Bagaimana dengan jumlah pedagang? Agus enggan berkomentar panjang soal ini. Sebab, dia ingin prosesnya bertahap. Dia menyebut akan ada koordinasi lanjutan membahas masalah PKL. ’’Karena PKL di CFD saat ini tidak hanya dari Madiun, tapi juga luar Madiun. Nanti ada pembahasan lanjutan,’’ katanya.

Bukan hanya itu, berkaca dari Jalan Pahlawan, pihak Satpol PP Madiun akan mengoordinasikan dengan  pihak GKJW di Jalan Panglima Sudirman. Itu agar jemaat tidak terganggu kebisingan yang ditimbulkan  CFD. ’’Nanti di areal gereja steril, ada petugasnya,’’ paparnya.

‘’Yang pasti, kami akan sosialisasikan juga ke warga, pertokoan, dan instansi di jalan tersebut. Setelah koordinasi lanjutan, dibuat laporan tertulis untuk diserahkan ke Pak Wali (wali kota, Red),’’ imbuh Agus. (mg2/c1/ota)

1 COMMENT

  1. S7 klo dipindahin…jalan utama satu arah dipake CFD, ganggu orng krja klo muter2. Blm lagi klo mw lewat jln. Pandan rame, gk ad yg mnertibkan lgi, prnah nglawan arus dibacotin meski pelan2 naik motor… Yg ganggu rutinitas siapa, yg dimarahin siapa. Ingin q brkata “KASAR”??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here