Cewek Ngawi Mulai Gemari Tinju

182

OLAHRAGA tinju tengah booming di Bumi Orek-Orek. Jenis olah raga pukul-memukul tersebut digandrungi baik yang ganteng maupun yang cantik.

Niken Puji Astuti, 18, misalnya. Gadis asal Desa Karangasri, Ngawi, ini kepincut tinju sejak dua tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, hilir mudik gadis-gadis lainnya menjadi atlet tinju. ’’Jadi lebih keren gitu kalau cewek bisa tinju,’’ katanya.

Pertanyaannya, apa yang dibutuhkan untuk menjadi petinju? Tentu saja jago memukul. Selain itu, stamina yang prima. Di tempat Niken berlatih, dia digembleng berbagai macam teknik pukulan. Mulai pukulan panjang, samping, sampai pukulan yang mengayun dari bawah.

Soal fisik, dia bersama atlet-atlet yang lain biasa diberi menu latihan ketahanan selumrahnya cabang olahraga lain. Lari sprint misalnya. ’’Diajari teknik moving dan peningkatan speed juga,’’ imbuhnya.

Saat ini, sepekan tiga kali Niken berlatih bersama tidak kurang dari 40 atlet saban latihan. Saking mewabahnya virus tinju, rekan-rekan Niken berdatangan dari berbagai penjuru Ngawi.

Menguras keringat di tempat latihan dan suara hantaman sarung tinju ke sansak menjadi nasi sayur puluhan atlet tinju. Tak jarang juga, teriak arahan-arahan dari pelatih tak kalah terdengar di ruang latihan. ‘’Pokoknya banyak jenis latihannya,’’ ujar Niken.

Didit Koko Nugroho, salah satu pelatih, mengamini kondisi dunia pertinjuan di Ngawi yang sedang booming. Dia mengaku tidak khawatir menyoal regenerasi atlet tinju. Menyikapi melimpahnya bibit-bibit atlet baru tersebut, pemberian menu latihan tidak dipukul rata. ’’Beda-beda, disesuaikan dengan sesuai klasifikasi usia,’’ ungkap Koko. (mg8/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here