Cetuskan Jambore Tari se-Madiun Raya

101

MADIUN – Regenerasi menjadi isu penting dalam melestarikan seni tari. Keterbatasan ruang dan daya dalam berekspresi ditakutkan kian meminggirkan salah satu bentuk seni pertunjukan itu. Bagi maestro seni tari Didik Nini Thowok, perlu langkah konkrit untuk terus melestarikan seni tari. Caranya dengan aktif memberikan edukasi. Pihaknya kini menggagas pendirian Kampung Didik Nini Thowok. ’’Untuk bisa terus melestarikan seni, salah satunya harus melalui edukasi,’’ ungkapnya saat mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Madiun, Sabtu (23/6).

Kampung Didik Nini Thowok menempati lahan seluas tiga hektare di Pendoworejo, Giri Mulyo, Kulonprogo. Di kampung tersebut, kata Didik, masyarakat bisa belajar banyak hal. Mulai dari seni tari, batik, tenun hingga kuliner. Kapan kampung itu akan mulai dibuka untuk umum? Didik mengaku, belum bisa memberikan target khusus. Hanya saja, saat ini masih dalam proses pembangunan dan sebagian bangunan sudah bisa dimanfaatkan untuk berkesenian. ’’Disana nanti masyarakat bisa belajar tari, juga seni-seni lainnya,’’ paparnya.

Untuk menghidupkan kampung tersebut, Didik berencana menggandeng para pelaku seni serta mereka yang ahli dalam bidang masing-masing sebagai instruktur. Pun, pria yang memiliki nama lahir Kwee Tjoen Lian itu juga memiliki mimpi besar untuk mengembangkan kampung tersebut hingga ke kancah internasional. ’’Saya sudah beberapa kali mengajak teman, dan para penikmat serta pelaku seni ke kampung itu. Animo mereka sangat luar biasa,’’ sebut Didik.

Edukasi, kata Didik Nini Thowok, penting tidak hanya untuk melestarikan seni tari tak lekang zaman. Melalui pelatihan dan pembekalanlah, para pihak yang terlibat di dalamnya mulai dari seniman hingga instruktur, dapat terus meningkatkan kualitas diri. Di tengah diskusi hangat antara Didik dan kru Jawa Pos Radar Madiun kemarin, tercetus satu ide kolaborasi. Konsepnya, adalah dengan menggelar semacam event pelatihan kepada para guru seni tari yang ada di eks-Karesidenan Madiun. ’’Selain guru tari, juga bisa melibatkan para pegiat seni tarinya,’’ ujarnya.

Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang satu suara dengan Didik Nini Thowok. Edukasi penting tidak hanya untuk melestarikan seni tari. Melainkan juga untuk mengembangkan kualitas diri para talenta-talenta seni tari yang ada. Khususnya di eks-Karesidenan Madiun. Disanalah, kata Aris, guru memiliki peranan penting karena mereka yang bisa menemukan dan mengasah bakat para siswanya.

‘’Ini bisa menjadi solusi. Para guru nantinya biar bisa mengetahui dengan jelas mau dibawa kemana pengembangan bakat tari siswa-siswanya langsung dari Didik Nini Thowok,’’ terangnya.

Ide tajuk event itu adalah Jambore Tari. Yang ada di benak Aris, yakni mengundang para guru seni tari se-Eks Karesidenan Madiun, dan mempertemukan mereka dengan Didik Nini Towok yang notabene legenda seni tari tanah air. Ilmu, referensi, serta pengalaman yang telah dipupuk Didik selama puluhan tahun malang melintang di dunia seni tari menjadi keuntungan yang Aris harap bisa tertular kepada para guru seni tari di daerah sekitar.

’’Selain referensi, Didik juga memiliki koneksi ke jaringan seni tari internasional. Ini tentu keuntungan yang positif untuk ditularkan kepada para guru dan siswa yang punya passion di seni tari,’’ ujar Aris. ‘’Di sisi lain, pemerintah, melalui dinas-dinas kepemudaannya juga perlu untuk memberi perhatiannya. Yang perlu dipahami, wisata itu tidak melulu destinasi tempat, seni pertunjukan pun bisa menjadi alternatif yang sangat luar biasa,’’ pungkasnya. (rgl/naz/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here