Cerita Wawan Rintis Kopilihan

22

PONOROGO – Kopilihan menjadi satu-satunya kedai kopi berkonsep take away di Ponorogo. Meski baru berjalan 19 hari, konsep cerdas yang diusung Adyka H. Romaka ini diyakini bakal melejit. Menawarkan cita rasa kopi khas Ngebel.

Popularitas kopi Ngebel belakang melejit. Pangsa pasar kopi yang ditanam di atas ketinggian Bumi Reyog itu mulai merambah ke berbagai kota besar. Peluang itu memantik Wawan —sapaan akrab Adyka H. Romaka untuk merintis bisnis pertamanya.

Kopilihan, kedai yang baru didirikan belasan hari lalu di penggal Jalan Soekarno Hatta menawarkan konsep baru; take away. Konsep yang masih asing dilakoni pebisnis kopi di Bumi Reyog. ‘’Sebenarnya konsep ini sudah banyak berjalan di kota besar. Ini yang coba saya adopsi,’’ kata Wawan.

Wawan percaya, kecanggihan teknologi yang kian pesat bakal memuluskan usaha rintisannya. Perilaku masyarakat hari ini yang tak ingin repot keluar rumah bisa memesan kopi racikannya dari rumah. Istimewanya, ada beberapa varian menu yang ditawarkan. Mulai Kopilihan Papa, Kopilihan Mama, Kopilihan Kakak, Kopilihan Adik. ‘’Biji kopinya sama, proses roastingnya berbeda,’’ katanya.

Dalam sehari, Kopilhan sukses terjual hingga 30-an cup. Melampaui target awal penjualan 20 cup sehari. Strateginya menggratiskan seluruh menu tiga hari awal berjalan mulus. Sampai kini pun, dia masih menggratiskan 10 cup sehari. ’’Perpaduan rasa pahit bercampur susu yang lezat membuat pelanggan ketagihan. Pasar utamanya, kalangan ibu dan anak,’’ terang suami Dian Marganing Rahayu itu.

Bisnis cerdas fotografer kawakan itu sejatinya mulai tercetus sejak pertengahan tahun lalu. Tapi, masih terkendala tempat dan biaya. Setelah genap mencicil seluruh peralatan dari penghasilannya menjadi fotografer, bisnisnya mulai dijalankan. ‘’Sekarang sudah ada enam investor dari Madiun, Jogja, Solo, Bandung dan Jambi yang siap join pengembangan bisnis,’’ tuturnya. *** (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here