Celeng Kepung Lahan Jagung di Slahung, Petani Pasrah

195

PONOROGO – Amuk babi hutan di wilayah Ponorogo selatan meresahkan petani. Semingguan terakhir, babi jenis celeng itu merusak lahan jagung. Hampir tiap malam turun gunung mencari makan di lahan milik warga. ‘’Termasuk di lahan saya,’’ kata Dadang Purnomo, 40, petani Desa Duri.

Banyaknya babi hutan yang menyerang membuat warga ketakutan. Tak bisa berbuat banyak menghadapi kedatangannya yang selalu berkelompok itu. Babi hutan tergolong hewan buas dan cenderung menyerang jika merasa terancam. ‘’Babi hutan itu tidak takut dengan manusia. Kalau terancam, pasti melawan,’’ ujarnya.

Sejatinya, serangan babi hutan ini baru pertama kalinya. Tersebab musim kemarau lalu yang kelewat panjang. Membuat sumber makanan di hutan berkurang. Akhirnya menyasar perkebunan yang berjarak dua kilometer dari hutan. ‘’Kurang sebulan panen. Kalau terus diserang, bisa-bisa gagal panen,’’ keluhnya.

Pantauan Radar Ponorogo, lahan jagung milik warga setempat rusak cukup parah. Tanaman jagung yang sudah berbuah itu roboh seperti bekas diinjak-injak. Ratusan bonggol tandas tak berbekas. Beberapa warga sempat melihat penampakan babi hutan saat menyerang lahan warga. ‘’Sebesar kambing,’’ ungkap Dadang.

Dia juga melihat serangan babi hutan itu dalam jumlah besar. Mereka secara bergilir dan berkelompok mendatangi satu lahan ke lahan lainnya. ‘’Misalnya malam ini ke lahan saya secara berkelompok, besok harinya pindah ke lahan lainnya juga secara berkelompok,’’ terangnya.

Dia berharap serangan babi hutan segera berakhir. Juga, berharap ada bantuan penanganan dari pemkab agar kerusakan yang ditimbulkan tak semakin besar. Populasi babi hutan diperkirakan semakin bertambah. ‘’Kalau tidak segera diatasi semakin merugi,’’ ratapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here