Cekcok Air Sawah, Bacok Kepala Adik Ipar

261

MAGETAN – Gara-gara masalah air untuk mengairi sawah, dua petani di Kelurahan/Kecamatan Panekan cekcok. Salah seorang di antaranya tega menyabetkan sabit hingga mengenai kepala. Sontak peristiwa itu membuat geger.

Sutomo, 58, dan Sungadi, 69, kakak iparnya, kemarin (31/1) sama-sama berada di areal persawahan. Sawah keduanya bersebelahan. Sebelum peristiwa nahas itu, Sungadi tengah mencangkul untuk membuat galengan. Lantaran air di petak sawahnya sudah penuh, Sungadi tak lantas mengalirkannya ke saluran air. Melainkan langsung ke petak sawah milik Sutomo, adik iparnya. Spontan Sutomo protes dengan nada bersungut-sungut. Keduanya sempat terlibat adu mulut.

Tersinggung ucapan Sutomo, akhirnya Sungadi naik pitam. Pria 69 tahun itu lantas mengambil sabit. Dengan kalap Sungadi menyerang saudaranya. Kepala Sutomo bocor terkena sabetan sabit. Sejumlah petani yang juga berada di sawah melerai. Sutomo selanjutnya dibawa ke Puskesmas Panekan. Kejadian di sawah itu membuat keluarga Sutomo tidak terima. Selanjutnya melaporkan kejadian itu pada polisi. Tak berselang lama, Sungadi berhasil diamankan. ’’Kok tidak dibuang ke saluran air,’’ ujar Sungadi saat menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Panekan AKP Sukarno mengatakan, cekcok dua saudara itu memang berakhir dengan penganiayaan. Korban terluka di bagian kepala. Pihaknya langsung mengamankan tersangka dan barang bukti. Menurutnya, tindakan dari pelaku sudah di luar batas kewajaran. Pelaku akan diancam pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua tahun. ’’Proses penyidikan masih berjalan,’’ tuturnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here