AdvertorialKesehatanMadiun

Cegah Stunting, Kuncinya di Seribu Hari Pertama

MADIUN – Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak. Sebab, itu jadi jendela peluang besar membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Salah satunya pencegahan stunting. ’’Pencegahan stunting ini kan menjadi program pemerintah, harus didukung,’’ ujar dr Resti Lestantini, direktur RSUD Kota Madiun.

Upaya yang dilakukan, kata dia, dengan menggelar seminar kesehatan kemarin (2/5). Kegiatan kemarin bersamaan dengan momentum HUT ke-15 RSUD Kota Madiun. Resti menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng perempuan yang tergabung di PKK, dharma wanita, persatuan wanita olahraga seluruh indonesia (Perwosi), dan gabungan organisasi wanita (GOW). Mereka penentu faktor tumbuh kembang anak. ’’Ini langkah awal, nanti kami akan mengundang langsung mereka yang memiliki anak kecil usia seribu hari,’’ ujarnya.

Senada diungkapkan dr Dwi Indah Cahyani, dokter spesialis anak di RSUD Kota Madiun. Menurutnya,  pemenuhan gizi yang tidak optimal akan  memicu stunting. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemberian asupan air susu ibu (ASI) pada usia 0 hingga enam bulan dan makanan pendamping ASI setelah enam bulan. ’’Ada mitos yang masih berkembang di masyarakat dalam pemberian ASI, ASI yang pertama keluar dianggap basi, padahal itu yang paling tinggi kolostrumnya,’’ jelanya,

’’Itu tidak ada dalam susu formula buatan pabrik. Kolostrum itu bagian asi yang pertama keluar dan mengandung sekretori IgA yang tinggi, itu nanti yang bisa mempertahankan ketahanan saluran cerna, antibodinya paling tinggi,’’ujar dr Yani -sapaan akrab dr Dwi Indah Cahyani- kepada Radar Madiun.

Selain itu, makanan pendamping ASI tidak boleh telat. Meski masih banyak ditemukan ibu yang berdalih ASI masih banyak. Setelah enam bulan terjadi defesiensi (kekurangan) mikro nutrien dan zat besi (FE). FE inilah yang akan membentuk selubung syaraf. Pun, pada usia dua tahun penyerapan nutrisi untuk otyak bisa mencapain 20 persen banyaknya. Dia menjelaskan, pada periode ini dibutuhkan mpasi yang mengandung empat bintang. Yakni, kelompok zat tepung, lemak, ptrotein, kacang dan minyak. ”Setelah enam bulan itu ada kesenjangan kebutuhan anak terhadap makro maupun mikro nutrien dari ASI, jadi mulai berkurang  vitamin A dan zat besinya,’’ jelasnya.

’’Makanan pendamping ASI itu harus diberikan, minimal 2 hari sekali. Kalau respons anak baik, pencernaannya tidak bermasalah berikan 3 makanan utama dan 2 makanan selingan, jadi sebenarnya memang ada lima periode makan yang harus diupayakan,’’ imbuhnya.

Sementara, Wali Kota Madiun Maidi yang hadir di acara kemarin dalam sambutannya menghimbau agar semua  memprioritaskan nutrisi anak. Termasuk rajin berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebab, kata dia, kebutuhan masing-masing anak tidak sama. ’’Kebutuhan gizi harus terpenuhi karena ini berpengaruh pada produktivitas anak ke depannya, semua harus berkomitmen mencegah stunting,” pungkasnya. (dya/adv/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close