Cegah DBD, Pemkab Kerahkan Pelajar

52

MAGETAN – Pencegahan demam berdarah dengue (DBD) gencar dilakukan Pemkab Magetan. Langkah yang ditempuh adalah dengan menggiatkan pengasapan dan mengerahkan kader juru pemantau jentik keluarga (jumantika). Terutama di daerah endemis DBD. ‘’Peran pelajar dan organisasi masyarakat (ormas) kami libatkan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti,’’ kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Furiana Kartini kemarin (6/2).

Dia tak menampik mewabahnya DBD telah meresahkan masyarakat. Tak heran, permintaan fogging meningkat drastis. Namun, Furiana mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu panik. ‘’Asalkan mampu menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS),’’ ujarnya.

Furiana mengakui kegiatan pembersihan sarang nyamuk (PSN) secara serentak belum memberikan dampak maksimal. Karena itu, berbagai upaya seperti fogging terus dilakukannya.

Di sisi lain, pemkab belum juga menjadikan kasus DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB). Kendati korban gigitan nyamuk Aedes aegypti itu terus berjatuhan. Pihaknya sudah memberikan penyuluhan kepada petugas di seluruh puskesmas untuk rutin mendampingi masyarakat dalam hal pencegahan DBD. ‘’Kalau harus dinaikkan statusnya menjadi KLB, kami harus mengkaji berbagai persyaratan,’’ terangnya.

Sementara itu, dinkes mencatat sejak Januari 2019 sampai saat ini sudah ada sekitar 78 kasus DBD yang teridentifikasi. Bahkan, dua penderita di antaranya meninggal karena mengalami dengue shock syndrome (DSS). ‘’Korban meninggal adalah anak-anak,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinkes Magetan Didik Setyo Margono.

Adapun dua korban meninggal itu karena saat dibawa ke rumah sakit kondisinya shock. Gejalanya seperti kondisi akral atau ujung jari kaki dan tangan dingin. Selain itu, kulit pucat, dingin, dan lembap. Terutama pada jari tangan, kaki, dan hidung. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here