PeristiwaPonorogo

Kasus Kematian Sulami: Ada Ceceran Darah dari Kamar ke Teras

PONOROGO – Polisi tidak ingin gegabah menyimpulkan penyebab kematian Sulami. Hingga kini masih terus menyelidiki misteri di balik kematian peremuan 37 tahun itu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Kediri didatangkan untuk melakukan otopsi. Guna mendapat petunjuk di balik misteri tersebut.

Tim DVI tiba di RSUD Dr Hardjono Ponorogo sekitar pukul 11.00, kemarin (9/4). Proses otopsi berlangsung cukup lama. Selang empat jam kemudian, tim DVI keluar dari ruang jenazah. Hasil otopsi menunggu laporan tertulis dari tim DVI. ’’Kami sudah mendapatkan hasil sementara dari otopsi yang telah dilakukan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Maryoko mengatakan dari hasil otopsi diketahui luka robek akibat benda tajam sepanjang 20 sentimeter. Dari luka tersebut isi perut Sulami tercecer di kamar dan teras rumah. Selain itu, tidak ditemukan bekas luka di bagian tubuh lainnya. ’’Itu hasil sementara yang kami dapatkan. Untuk lebih detailnya kami masih menunggu hasil laporan tertulis dari tim DVI,’’ lanjutnya.

Dia menambahkan hingga kini telah dilakukan dua kali olah tempat kejadian perkara (TKP). Pun telah memeriksa empat saksi untuk dimintai keterangan. Namun demikian, polisi belum mendapat cukup bukti untuk mengurai benang simpul misteri kematian Sulami. ’’Sementara kami mendapat keterangan pernah melakukan percobaan bunuh diri dua kali,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan Sulami pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali. Namun gagal. Berdasarkan keterangan para saksi, Sulami melakukan percobaan bunuh diri tersebut lantaran menderita sakit. ’’Satu minggu sebelum kejadian ini, Sulami sakit dirawat di rumah sakit,’’ sambungnya.

Diketahui Sulami menderita penyakit paru-paru. Kendati demikian, keterangan itu belum dapat menjawab penyebab kematian Sulami. Polisi masih terus mencari petunjuk. ’’Bagaimana jalannya bu Sulami ini dari kamar menuju teras rumah masih kami dalami,’’ tuturnya.

Dia tidak mengelak ada keganjilan dalam kejadian itu. Terutama dengan isi perut tercecer, Sulami masih dapat bertahan hidup. Berpindah dari kamar menuju teras rumah yang selanjutnya dia berteriak minta tolong. Sementara ceceran darah berupa garis lurus. ’’Bisa menjadi petunjuk lebih lanjut untuk penyelidikan,’’ imbuhnya.

Selain itu, minimnya saksi menjadi kendala tersendiri. Hingga kini belum ada saksi yang melihat pukul berapa Supeno, suami siri keluar rumah. Hanya saja, berdasarkan pengakuan dia meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor. ‘’Jadi belum ada saksi yang melihat jam berapa suami sirinya itu meninggalkan rumah Sulami,’’ tuturnya.

Sementara saat kejadian, Sulami ditemukan sendirian terduduk bersimpah darah dengan isi perut tercecer. Dia berteriak minta tolong dan memanggil ibunya. Pihaknya berharap proses penyelidikan yang dilakukan membuahkan hasil. ‘’Sehingga dapat diketahui seperti apa penyebab kematian dan apa motifnya jika memang pembunuhan,’’ ucapnya. (mg7/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close