Cara Beda Menggalang Dana Pembangunan Masjid Assalam

152

Mengisi waktu tak hanya dengan berlibur atau jalan-jalan. Sekelompok pemuda di Desa Gembuk, Kebonagung, Pacitan, memilih bekerja sekaligus beramal untuk pembangunan masjid di lingkungannya.

 ——————–

BERMODAL slang, spon, kain, hingga sampo motor saset. Lima pemuda bergantian mencuci sepeda motor, mobil pribadi, hingga pikap. Sekilas seperti jasa cuci motor dan mobil biasa. Bedanya, pengguna jasanya diajak beramal sembari membersihkan kendaraannya. ‘’Jadi, dapat bersihnya, juga dapat pahalanya,’’ kata Imam Wardi, pengurus Masjid Assalam.

Sejak beberapa waktu terakhir para remaja Masjid Assalam, Dusun Krajan, Gembuk, Kebonagung, Pacitan, itu ”beralih” profesi. Mereka jadi tukang cuci mobil untuk menggalang dana pembangunan masjid tersebut. Lantaran butuh biaya besar, mereka berinisiatif menggalang dana melalui jasa cuci kendaraan. ‘’Hasilnya kami bagi, sebagian untuk operasional dan lainnya untuk pembangunan masjid,’’ ujar Imam.

Dalam sehari, mereka bergantian mencuci kendaraan. Sifnya menyesuaikan jadwal kesibukan masing-masing. Pasalnya, profesi para remaja pengurus masjid tersebut berbeda-beda. Sehingga, mereka membuka usaha dadakan itu selepas tengah hari. Rata-rata Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu per hari diraup. ‘’Kalau ongkos pekerja dan operasionalnya cuma kebagian 25 persen. Gak papa, tujuan kami beramal,’’ tuturnya.

Musim penghujan seperti saat ini, justru berkah bagi mereka. Pasalnya, para pelanggan antre berdatangan. Bahkan, meski jam buka hingga pukul 17.00, namun tak jarang masih kedatangan pelanggan. Tarifnya juga tak begitu mahal. Kendaraan roda dua hanya Rp 5.000, mobil pribadi Rp 20 ribu, dan pikap Rp 35 ribu. ‘’Kebanyakan motor dan pikap, karena waga di sini mayoritas punya pikap,’’ beber pria yang juga imam di masjid tersebut.

Ide cuci amal tersebut bermula dari tingginya biaya pembangunan tempat ibadah tersebut. Lantaran tak ingin hanya menengadahkan tangan meminta sumbangan, dia mengajak para remaja setempat menggalang dana melalui donasi cuci kendaraan.

Ikhtiar Ini dinilai lebih elok serta membuat warga senang. Hingga mereka bakal ikhlas saat diminta donasi pembangunan masjid. ‘’Memang tak ada salahnya meminta sumbangan, tapi lebih elok lagi kalau kita tak hanya meminta tapi juga memberi,’’ ucapnya.*** (sugeng dwi/sat/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here