Cara Anyar Kenali Lidah Penggemar

123

MAGETAN – Upaya mengembangkan jeruk pamelo terus dilakukan pemkab. Kali ini melalui pembagian kuesioner kepada pengunjung Festival Pamelo Magetan di kawasan wisata Telaga Sarangan. Isi kuesioner itu seputar rasa jeruk yang baru saja mereka cicipi. Pilihannya antara lain sangat suka, suka, dan kurang suka.

Tidak tanggung-tanggung, dinas tanaman pangan hortikultura perkebunan dan ketahanan pangan (DTPHPKP) menyediakan 20 ribu potong dari dua ribu buah jeruk dengan tiga jenis varietas. Yakni, Pamelo Magetan, Sri Nyoya, dan Nambangan. ‘’Karena kadang konsumen kecewa dengan rasa jeruk yang tidak enak,’’ kata Kepala DTPHPKP Eddy Suseno kemarin (13/4).

Eddy menjelaskan, lewat kuesioner itu pula pihaknya ingin mengetahui jenis jeruk yang kurang disukai maupun paling diminati. Pun diakuinya selera orang berbeda-beda. ‘’Ada yang suka rasa manis dan ada pula yang lebih menginginkan kesegaran dari buahnya,’’ kata Eddy.

Aksi mencari tanggapan warga tentang jeruk pamelo itu bakal berjalan selama tiga hari bersamaan dengan pelaksanaan acara Labuhan Sarangan yang dimulai kemarin. ‘’Kami perlu meningkatkan kualitas karena jeruk besar (pamelo, Red) ini tidak hanya ada di Magetan saja,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, perbedaan antara tiga varietas yang diujikan itu cukup kentara. Pamelo Magetan, misalnya, buahnya terasa nikmat dikonsumsi setelah beberapa hari dipanen. Berbeda dengan jenis Sri Nyonya dan Nambangan, terasa enak di lidah ketika dalam kondisi masih segar setelah dipetik. ‘’Jadi kebalikannya,’’ jelasnya kepada Radar Magetan.

Eddy berharap banyak Warga yang bersedia memberikan penilaian sehingga upaya pengembangan jeruk yang dilakukan tepat sasaran. ‘’Festival ini sebagai upaya mengenalkan jeruk unggulan Magetan kepada wisatawan luar,’’ tuturnya. (cor/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here