Persis vs PSIM, Seorang Jurnalis Benjol Kena Hantam Helm

118
EUFORIA: Para suporter di tribun selatan nekat merangsek ke dalam lapangan usai gol kedua Persis ke gawang PSIM.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konfigurasi klasemen grup wilayah timur Liga 2 berubah drastis setelah pertandingan Derby Mataram Sabtu (16/8). PSIM Jogjakarta yang selama ini berada di puncak dikudeta setelah kalah dari Persis Solo dengan skor 2-1 di Stadion Wilis.

Gol Persis diciptakan oleh Imam Budi Hernandi melalui titik putih pada menit ke-12. Serta, Slamet Budino 12 menit sebelum laga bubar. Sedangkan, gol PSIM dicetak oleh Cristian Gonzales di menit ke-52.

Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Persis sebagai capolista. Tim besutan Choirul Huda tersebut mengumpulkan 19 poin. Dari hasil lima kali menang, empat seri, dan sekali kalah.

Asisten Pelatih Persis Solo Choirul Huda menyatakan bersyukur atas kemenangan yang diraih skuadnya itu. Menurut pelatih pengganti Agus Yuwono tersebut, PSIM bukan tim sembarangan. Tetapi, semangat bertanding Jodi Kustiawan dkk membuat lawannya sama sekali tidak berkutik. ’’Semua berkat kerja keras pemain dan dukungan suporter,’’ bebernya.

Ya, awalnya belasan ribu Pasoepati dan Surakartans memang dilarang masuk stadion. Karena pihak keamanan merekomendasikan pertandingan akan dilangsungkan tanpa penonton. Tetapi, satu jam sebelum pertandingan, suporter yang berada di luar stadion menuntut masuk. Karena mereka sudah memegang kuitansi untuk kemudian ditukarkan ke panpel.

Khawatir terjadi ricuh lantaran para suporter sudah telanjur datang jauh-jauh dari Solo, panpel Persis kemudian melakukan koordinasi ulang dengan pihak keamanan. Sempat terjadi perdebatan alot antara kedua belah pihak menyikapi persoalan tersebut.

Hingga akhirnya pihak panpel memberikan jaminan ketertiban suporter saat berada di dalam stadion. Total ada sekitar 600 personel gabungan dari TNI, satpol PP, dan Polri yang mengamankan laga Persis kontra PSIM tersebut. Seluruh tribun beton stadion penuh sesak. Sebanyak 15 ribu lebih suporter Persis, Pasoepati, dan Surakartans tumplek blek di Stadion Wilis.

Huda mengapresiasi dukungan para suporter tersebut. Menurutnya, itu dukungan totalitas dari Pasoepati dan Surakartans. Dia berharap dukungan seperti itu bisa terus berlanjut selama Persis ber-home base di Kota Madiun. ‘’Semoga ke depannya seperti ini terus. Suporter datang memenuhi tribun memberikan dukungan kepada para pemain,’’ ucapnya.

Terpisah, Pelatih PSIM Jogjakarta Aji Santoso mengaku timnya sebenarnya bisa membawa pulang satu poin dari Madiun. Tetapi, karena kurang kedisiplinan para penggawanya dalam menjaga pemain Persis saat terjadi sklumit di kotak penalti, membuat mereka bisa mencetak gol kemenangan.

Sementara itu, ada insiden yang kurang menyenangkan. Wiwiet Eko Prasetyo, salah seorang wartawan yang bertugas kemarin sore, kena sasaran kemarahan oknum suporter. Dahi jurnalis asal Kota Madiun itu benjol usai kena hantaman helm. Belum diketahui jelas siapa pelakunya. Namun, dia akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. ’’Lokasinya di depan SMKN 4 (Jalan Mastrip, Red), memori saya diminta, kemudian dipukul pakai helm,’’ ujar jurnalis BBS TV itu. (her/c1/ota)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here