Cakades di Empat Desa Pasangan Suami Istri

118

PACITAN – Sahudi dan Siti Nasiroh duduk bersanding di kursi di hadapan ribuan warga sedesanya. Warga pun bergantian menyalaminya. Bukan memberi ucapan selamat untuk pengantin baru. Sebab, keduanya adalah pasangan suami istri (pasutri).  Kebetulan sama-sama berstatus sebagai calon kepala desa (cakades) Kembang, Pacitan. ‘’Di sini calonnya memang pasangan suami istri,’’ kata Wiyono, ketua Pengawas TPS Desa Kembang, Minggu (7/10).

Meski pasutri, Sahudi dan Siti tak mau setengah-setengah dalam mencalonkan diri untuk menjadi pucuk pimpinan di desanya. Mereka mantap dengan pilihannya sebagai cakades sebagaimana warganya juga mantap menggunakan hak pilihnya Minggu kemarin (7/10). ‘’Total daftar pemilih tetap di desa ini sekitar 1.600 jiwa,’’ ujar Wiyono.

Menurut Wiyono, meski cakadesnya pasutri, animo warga dalam menggunakan hak pilihnya tergolong tinggi. Hingga sekitar pukul 10.00 warga yang menggunakan  hak pilihnya mencapai 70 persen. Itu menepis kabar burung sebelumnya jumlah suara yang masuk bakal minim. ‘’Mulai tadi pagi yang hadir cukup memuaskan,’’ tuturnya.

Sahudi, cakades nomor urut satu, itu menyerahkan hasil pada pemilih. Pun visi misi telah disampaikan keduanya dalam masa kampanye lalu. Sebagai kepala desa incumbent, dia legawa bila kepemimpinan diambil alih istrinya. ‘’Kalau yang menang nanti istri saya, itu adalah amanah,’’ ucap Sahudi sambil melirik rivalnya, eh istrinya.

Pun Siti Nasiroh, cakades nomor urut dua, meski bersaing dengan suaminya tak ingin setengah-setengah dalam pesta demokrasi tingkat desa itu. Berbekal pengalaman mendampingi suami sebagai kepala desa, dia siap bila memimpin warga Desa Kembang. ‘’Sudah terbiasa, insya Allah siap,’’ ujarnya sembari melempar senyum pada ”lawannya”.

Kepala Bagian Pemerintahan Setkab Pacitan Putatmo Sukandar menambahkan, dari 33 desa yang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini, ada empat desa dengan cakades pasutri. Yakni, Desa Kembang, Kledung, Sumberharjo, dan Karanggede. Pun dia mengaku tidak ada larangan bagi pasutri maju dalam pilkades. ‘’Daripada hanya satu dan harus ikut pilkades tahun berikutnya,’’ tuturnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here