Cabor Tinju ’’Dirampok’’ Juri, Kemenangan Alexandro Dianulir

60
CARI SOLUSI: Suasana sidang dewan hakim Porprov Jatim yang membahas masalah hasil pertandingan Alexandro vs wakil Kota Malang.

TUBAN – Protes keras dilayangkan ofisial cabang olahraga (cabor) tinju kontingen Ngawi kepada panitia Porprov Jatim 2019. Itu dilakukan setelah juri membuat keputusan aneh yang merugikan tim. ‘’Terus terang kami sangat kecewa,’’ kata Didit Nugroho, ofisial sekaligus pelatih tim tinju Ngawi, Kamis (11/7).

Koko -sapaan akrab Didit Nugroho- mengungkapkan, keputusan janggal itu terjadi saat Alexandro Tatim, seorang atlet tinju andalan Ngawi, bertanding melawan wakil Kota Malang di semifinal Rabu malam (10/7).

Dia mengatakan, sesaat setelah pertandingan yang berlangsung tiga ronde itu, Alexandro diumumkan sebagai pemenang. Namun, beberapa menit kemudian keputusan dianulir oleh juri. Itu terjadi setelah Kota Malang melayangkan protes. ‘’Akhirnya petinju Kota Malang yang dinyatakan sebagai pemenangnya,’’ jelas Koko.

Sontak, situasi di venue pertandingan yang awalnya tenang berubah kacau. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Ngawi yang tidak terima dengan keputusan tersebut langsung melayangkan protes lantaran merasa ’’dirampok’’.

Menurut Koko, keputusan wasit mengubah hasil pertandingan itu mencoreng sportivitas dalam dunia olahraga. Pun, pihaknya menduga ada upaya pengondisian dianulir beberapa menit setelah keputusan awal. ‘’Setelah diprotes (Kota Malang), kok langsung berubah,’’ ujarnya.

Keputusan itu, lanjut dia, juga dinilai melanggar kesepakatan saat technical meeting sebelumya. Kala itu, disepakati semua pihak menerima apa pun keputusan juri, tanpa bisa diganggu gugat. Pun, tidak ada yang boleh memprotes keputusan juri.

‘’Kenyataannya ada pihak yang tidak terima dan melakukan protes sehingga keputusan juri berubah. Alasannya yang dijelaskan ke kami juga tidak masuk akal, katanya salah coret,’’ ungkap Koko kepada Radar Ngawi.

Sejatinya, lanjut Koko, malam itu tim Ngawi memiliki satu pertandingan semifinal lainnya. Kebetulan lawan yang dihadapi juga dari Kota Malang. Namun, gara-gara keputusan aneh yang dialami Alexandro, pihaknya memutuskan walkout alias menolak bertanding. Bahkan, ofisial tim tinju Ngawi mengancam bakal mundur dari cabor tinju jika juri ngotot mengubah hasil pertandingan Alexandro. ‘’Banyak saksi dari Pertina daerah lain yang mendukung kami,’’ sebutnya.

Malam itu Koko sempat mengajak semua atletnya pulang. Namun, rencana tersebut diurungkan. Akhirnya, Pertina Ngawi mengajukan banding ke dewan hakim porprov. Pun, kemarin  digelar sidang yang menghadirkan semua pihak terkait, termasuk saksi. ‘’Tapi, sampai sekarang (kemarin sore, Red) belum ada keputusan. Katanya masih dikaji dan dirapatkan dewan hakim,’’ tuturnya.

Wajar jika Ngawi melayangkan protes. Selain alasan sportivitas, cabor tinju berpeluang menambah medali. ‘’Kami masih menunggu keputusan dewan hakim, mudah-mudahan sesuai harapan,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here