Cabor Atletik dan Gulat Dulang Dua Perunggu Lagi di Porprov VI Jatim

31
BANGGA: Febri Prasetyo dkk memperoleh medali perunggu nomor lari estafet 4x100 meter Selasa (9/7).

MADIUN – Kontingen Kabupaten Madiun berjibaku di dasar klasemen sementara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019. Hingga Selasa sore (9/7) kontingen yang terdiri dari 13 cabang olahraga (cabor) ini berada di urutan ke-36 dari 38 kota/kabupaten. Mengoleksi tiga poin dengan tiga perunggu sumbangan dua cabor atletik dan gulat. ‘’Kami di posisi bawah tapi masih ada harapan untuk naik,’’ kata Ketua Kontingen Kabupaten Madiun Sentot Seto Wahyono.

Sentot menyebut peluang datang dari cabor unggulan yang baru tanding hari ini. Seperti taekwondo, renang, dan bulu tangkis. Ketiga cabor itu diharapkan bisa memborong banyak medali hingga mengerek posisi. Apalagi, ada potensi menambah medali perunggu lewat perebutan juara tiga dan empat cabor judo. ‘’Masih banyak cabor yang pertandingannya belum dimulai,’’ ujarnya dihubungi via telepon seluler.

Dia menyebut, minimnya cabor yang berangkat ke Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro memengaruhi fluktuasi peringkat. Kontingen lain sanggup mendulang medali lewat sejumlah cabor yang dipertandingkan pada awal laga. Misalnya, anggar, senam, dan bridge. Sedangkan pihaknya menggantungkan peluang pada atletik, pencak silat, dan judo. ‘’Sementara atletik yang mampu memberi medali. Pencak silat dan judo peluang juga masih terbuka,’’ sebutnya.

Kemarin Kabupaten Madiun menambah medali perunggu dari gulat dan atletik. Medali dari cabor gulat disumbangkan Nur Rohmat Cahyono dalam nomor pertandingan grego 87 kilogram. Sedangkan atletik nomor lomba lari estafet 4×100 meter yang diraih Febri Prasetyo, Andri Ferdiansah, Saputra Edy Pamungkas, dan Yunus. ‘’Tambah satu perunggu lagi dari sebelumnya satu di nomor lari 100 meter,’’ kata ofisial atletik Kabupaten Madiun Burhan Andi Nurudin.

Burhan mengungkapkan, Andri dkk mencatatkan waktu 46,1 detik dalam lintasan lari Stadion Bumi Wali Tuban. Mereka kalah dari Kota Kediri 45,3 detik dan Banyuwangi 45,5 detik. Nasib berbeda pada final nomor lari 200 meter putra dan 1.500 meter putra dan putri. Ketiganya gagal memperoleh medali. ‘’Perjuangan atletik di porprov selesai dengan memperoleh dua perunggu,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Terlepas hasil, Burhan menilai ada perkembangan signifikan pada atlet. Indikatornya pada raihan medali di luar perkiraan. Mengingat sejak awal menarget hanya bisa menembus babak final. Apalagi, kuantitas dan kualitas porprov kali ini lebih baik ketimbang porprov V. Empat tahun lalu mengirimkan empat wakil dan hanya dua menembus babak final di Banyuwangi. Sedangkan kali ini, delapan wakil semuanya masuk final. ‘’Melihat usia, tujuh atlet saat ini bisa ikut Porprov 2021,’’ ucapnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here