Butuh Waktu Lama Tertibkan Waria

56

MADIUN – Satpol PP Kabupaten Madiun segan menertibkan pangkalan waria di Sambirejo, Jiwan. Sampai kini, deretan warung remang yang biasa beroperasi mulai pukul 18.00-21.00 hanya dalam pemantauan. ‘’Butuh waktu lama untuk menindak mereka,’’ terang Krishna Setiyawan, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Madiun.

Selain pemantauan, Satpol PP merasa perlu mempelajari kawasan itu terlebih dahulu.

Menurutnya, butuh penguasaan daerah yang cukup lama untuk mengetahui bagian mana saja yang biasa menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) di perbatasan tersebut. ‘’Supaya tidak bocor ketika dirazia,’’ jelasnya.

Krishna tak memandang beda penindakan PSK wanita dan waria. Keduanya sama-sama penyakit masyarakat (pekat) yang perlu ditindak. Pun, keberadaannya mengundang cemas  lantaran cukup banyak warga Jiwan yang terdeteksi  menderita HIV/AIDS. ‘’Kami perlu menggandeng dinkes (dinas kesehatan) untuk membantu sesuai tupoksinya,’’ ujarnya.

Sekretaris  Komisi Penggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun Agrim Churnia menengarai tingginya penyebaran virus mematikan tak lepas dari faktor lingkungan. Karenanya, pemeriksaan medis harus tetap dilakukan setelah kawasan ditertibkan. ‘’Mereka yang terjangkit harus sadar untuk senantiasa cek kesehatan,’’ katanya.

Seperti rutin mengikuti tes VCT tiga bulan sekali. Selain untuk memantau kesehatan, juga untuk memberikan wawasan bagi mereka untuk tetap menggunakan alat  kontrasepsi saat hendak melakukan hubungan seks. ‘’Hanya dengan cara itulah penularan bisa ditekan,’’ tegasnya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here